Lowongan di Luar Negeri Melimpah, Apa yang Harus Disiapkan?

2026-01-14 03:32:32
Lowongan di Luar Negeri Melimpah, Apa yang Harus Disiapkan?
BANDUNG, - Persaingan kerja yang ketat di dalam negeri mendorong generasi muda Indonesia untuk mencari peluang karier di luar negeri.Kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara dan sektor strategis yang tinggi membuka peluang tersebut.Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan proyeksi 1,6-1,7 juta job order dari berbagai negara untuk tenaga kerja Indonesia pada 2025, sementara yang terisi baru berkisar puluhan hingga ratusan ribu.Chairman Punya Skill Academy, Abdul Rozzak Junaidi, menilai pasar tenaga kerja global masih sangat terbuka dengan berbagai pilihan karier lintas sektor."Peluang kerja di luar negeri terbuka luas, mulai dari Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, Kuwait, hingga Selandia Baru," ujarnya dalam Global Career Outlook 2026 di Merial Syariah Boutique Hotel, Senin .Baca juga: Lucky Hakim Resmikan Kawasan Industri ISGIZ Indramayu, Targetkan Serap 80 Persen Tenaga Kerja LokalIa menambahkan, Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama di sektor caregiver. Permintaan juga datang dari bidang teknologi dan digital di Timur Tengah."Ternyata di luar negeri, seperti Saudi Arabia dan Kuwait, mereka membutuhkan tenaga digital atau tenaga kerja yang memiliki kemampuan di bidang teknologi," kata Abdul.Sementara itu, Eropa, khususnya Jerman, membuka peluang bagi tenaga welder atau pekerja pengelasan yang memenuhi standar internasional.Abdul menjelaskan, acara Global Career Outlook 2026 digelar sebagai respons terhadap kegelisahan pencari kerja di dalam negeri yang kesulitan bersaing.Ia menekankan, forum tersebut juga menyoroti tantangan pembiayaan bagi calon pekerja migran.Untuk mengatasi hal tersebut, perbankan dilibatkan untuk memperkenalkan skema Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) sebagai pendukung pembiayaan."Ketika ingin bekerja di luar negeri, salah satu kendalanya adalah pembiayaan," terang Abdul.Selain kesiapan finansial, Abdul menambahkan, Punya Skill Academy menekankan pentingnya soft skill untuk daya saing di pasar global."Karena banyak yang mengincar hard skill dan mendapatkan IPK 4, tapi ternyata mereka kurang mampu bersaing," terang Abdul.Abdul menambahkan, kemampuan berpikir analitis dan komunikasi masih menjadi kelemahan yang perlu diperbaiki.Penguasaan bahasa Inggris juga dinilai semakin penting, bahkan di negara non-Inggris."Di negara Arab ternyata membutuhkan tenaga kerja yang tidak harus berbahasa Arab, tetapi berbahasa Inggris," tutur Abdul.


(prf/ega)