Hilang Konsentrasi dan Minim Suplai, PR Timnas U22 di SEA Games 2025

2026-01-12 03:50:53
Hilang Konsentrasi dan Minim Suplai, PR Timnas U22 di SEA Games 2025
– Kekalahan mengejutkan 0-1 Timnas U22 Indonesia dari Filipina di laga kedua babak penyisihan Grup C SEA Games 2025 mendapat sorotan dari berbagai pihak.Salah satunya adalah pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, yang menyebut mudahnya pemain Indonesia kehilangan konsentrasi yang kini menjadi pekerjaan rumah.Ia menilai gol Filipina melalui skema lemparan ke dalam yang ironisnya selama ini menjadi senjata Indonesia ketika deadlock, seharusnya tidak terjadi andai pemain mampu menjaga konsentrasi mereka dan mengawasi pergerakan tanpa bola pemain lawan."Proses kebobolan adalah kebobolan yang sangat bisa dihindari terjadi di ujung laga babak pertama. Ada momen penurunan konsentrasi dan itu peluang terakhir yang terjadi," ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada Kompas.com.Baca juga: Pengamat Sorot Timnas U22 Indonesia yang Kena Senjata Makan Tuan"Tapi, kebobolan melalui throw in adalah sesuatu yang sangat mengecewakan dan bisa dihindari," imbuhnya.Selain itu ia juga menyoroti respons terlambat yang diberikan Timnas U22 Indonesia ketika situasi tertinggal dari Filipina.Meski mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, Ivar Jenner dkk justru terbawa tempo lawan yang bermain dengan low block.Ditambah minimnya kreativitas membuat Garuda Muda semakin kesulitan membongkar pertahanan lawan dan hanya mengandalkan tembakan-tembakan dari luar kotak penalti yang terbukti kurang efektif.Baca juga: Kekalahan Timnas U22 dari Filipina Perburuk Rapor Indra Sjafri di 2025"Kebobolan bisa saja terjadi tapi yang saya harapkan adalah responnya, karena menurut saya pada laga kedua hanya ada satu peluang yang nilainya layak dikategorikan peluang emas dari Rafael Struick," kata Rizal Pahlevi."Menurut saya selain peluang itu, kita tidak memberikan respon yang baik sehingga menunjukkan bagaimana respon kita setelah ketertinggalan buruk rapornya," sambungnya.Permasalahan di Lini Serang yang Tampil MelempemSelama masa kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong, Gerald Vanenburg, hingga Indra Sjafri, lini serang timnas Indonesia selalu menjadi permasalahan dalam hal efektivitas penyelesaian akhir.Mulai dari Jens Raven, Rafael Struick, hingga Mauro Zijlstra masih belum memuaskan dalam memimpin barisan depan skuad Garuda Muda.PSSI Pemain Timnas U22 Indonesia, Mauro Zijlstra, berduel memperebutkan bola saat Garuda Muda bersua Timnas U22 Filipina pada laga perdana di Grup C cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 Thailand, Senin .Baginya, performa penyerang di Timnas kelompok usia muda, khususnya U22 dan U23, tak lepas dari minimnya suplai bola ke lini serang.Apalagi Timnas Indonesia kerap memainkan skema penyerang tunggal yang justru terisolasi pergerakannya ketika tak mendapatkan suplai bola-bola matang dari lini tengah.


(prf/ega)