AS Tetapkan Kelompok Ini sebagai Organisasi Teroris

2026-01-11 22:32:31
AS Tetapkan Kelompok Ini sebagai Organisasi Teroris
WASHINGTON, - Amerika Serikat (AS) kini menetapkan kelompok kartel narkoba terbesar Kolombia, Clan del Dolfo sebagai organisasi teroris asing (FTO).Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menuduh kelompok tersebut sebagai organisasi kriminal dan memiliki ribuan anggota di Kolombia.Kelompok itu juga menjalankan bisnis perdagangan kokain sebagai sumber pendapatan utama yang digunakan untuk mendanai kegiatan kekerasan."Clan del Golfo bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap pejabat publik, aparat penegak hukum dan personel militer, serta warga sipil di Kolombia," kata Rubio, dikutip dari Anadolu, Rabu .Baca juga: Polisi AS Minta Bantuan Warga Cari Penembak Brown University, Imbalan Rp 833 JutaIa memastikan, AS akan melakukan semua upaya untuk melindungi negara dan menghentikan kekerasan, serta teror dari kartel atau organisasi kriminal internasional."Kami berkomitmen untuk menolak pendanaan dan sumber daya kepada para teroris ini," ujarnya.Dampak dari penetapan ini adalah AS memiliki banyak wewenang untuk menghukum kelompok tersebut.Dikutip dari BBC, Rabu, segala aset yang mungkin dimiliki Clan del Golfo di lembaga keuangan AS akan dibekukan.Sementara, individu atau warga negara AS yang sengaja memberikan dukungan materi kepada kelompok itu, dapat dituntut.Penetapan Clan del Golfo sebagai teroris juga kemungkinan akan mempersulit pembicaraan yang sedang dilakukan pemerintah Kolombia dengan kelompok tersebut.Baca juga: Trump Masukkan Fentanyl Ilegal ke Dalam Daftar Obat Pemusnah MassalClan del Golfo adalah kelompok neo-paramiliter dan kartel narkoba terbesar di Kolombia dengan perkiraan 9.000 anggota.Awal bulam ini, pemerintah Kolombia dan Clan del Golfo menandatangani deklarasi di Qatar untuk melucuti senjata kelompok tersebut.Mereka juga bakal mendukung proses pembangunan perdamaian di wilayah-wilayah tempat kelompok itu memiliki pengaruh.Mantan pemimpin kelompok tersebut, Dairo Antonio Usuga David yang dikenal sebagai "Otoniel," ditangkap pada Oktober 2021 di wilayah Uraba, Kolombia.AS telah melakukan setidaknya 22 serangan di wilayah tersebut terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkotika sejak September.Washington belum memberikan bukti apa pun tentang klaim perdagangan narkoba oleh kapal-kapal tersebut.


(prf/ega)