Rawan Longsor dan Pohon Tumbang, BPBD Cianjur Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem di Kawasan Puncak

2026-01-15 00:20:22
Rawan Longsor dan Pohon Tumbang, BPBD Cianjur Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem di Kawasan Puncak
CIANJUR, – Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan melanda kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat, menjelang momen akhir tahun. Wisatawan diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca.Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, kondisi cuaca di wilayah Cianjur saat ini masih tergolong ekstrem, dengan intensitas curah hujan yang tinggi.Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti longsor, banjir dan pohon tumbang.Baca juga: 64 Bencana Hidrometeorologi Cianjur: Longsor Mendominasi, 2.200 Rumah Rusak“Bagi wisatawan yang berencana menghabiskan liburan akhir tahun di kawasan wisata tersebut, disarankan untuk senantiasa berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, karena beberapa lokasi rawan longsor, pohon tumbang, dan juga banjir,” ujar Asep kepada Kompas.com, Senin .Disebutkan, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, diprediksi akan terjadi sepanjang sepekan ke depan.“Lebih waspada saat beraktivitas di kawasan Puncak yang berbukit dan pepohonan, serta hindari area rawan yang berisiko tinggi saat cuaca ekstrem.” Kata dia.Baca juga: Cianjur Siaga Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada Cuaca EkstremSelain itu, Asep meminta pengunjung atau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Jika kondisi cuaca memburuk, sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan.“Cuaca ekstrem di Cianjur saat ini, terutama di kawasan Puncak yang menjadi destinasi wisata akhir tahun, memerlukan kehati-hatian ekstra. Demi keselamatan, sebaiknya aktivitas di luar dibatasi,” ujarnya.Asep juga mengingatkan wisatawan untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.Baca juga: Kabut Tebal Selimuti Jalur Puncak Cianjur, Polisi Imbau Pengendara WaspadaIa menekankan pentingnya keselamatan pribadi dengan mempersiapkan perlengkapan yang memadai serta membawa peralatan tambahan yang diperlukan.“Termasuk pakaian yang sesuai dan perbekalan yang cukup. Wisatawan perlu lebih tanggap terhadap gejala alam agar liburan tetap aman dan nyaman,” ujar Asep.Baca juga: Hindari Jalur Puncak 2 Saat Libur Nataru, Dishub Cianjur: Tidak Direkomendasikan untuk MobilCuaca ekstrem tersebut diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Cianjur, hingga 4 Januari 2026.Prakiraan tersebut berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan model probabilistik.Cuaca di Jawa Barat pada sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, sedangkan pada siang hingga malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.Baca juga: Jaga Nataru di Cianjur, 1.300 Personel hingga Penembak Runduk DiterjunkanPada momen libur Nataru, BMKG mengimbau masyarakat serta pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari penyebaran informasi hoaks.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 22:32