Melukis Prabowo dengan Mulut

2026-01-13 15:16:54
Melukis Prabowo dengan Mulut
KARANGANYAR, – Pelukis cilik tunadaksa asal Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Muhammad Tegar (10), menjadi salah satu peserta dalam ajang Gelar Karya Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan.Ia mewakili Kabupaten Karanganyar dalam kegiatan yang digelar di Jakarta pada 17–18 Desember 2025.Di usianya yang masih belia, serta dengan kondisi organ gerak kaki dan tangan yang tidak sempurna, Tegar mampu menginspirasi banyak orang melalui ketekunan dan keteguhan hatinya.Bocah kelas 2 SLB Putra Mandiri, Tegar melukis dengan menggunakan mulutnya.SLB Putra Mandiri sendiri didirikan oleh pasangan suami istri Muhammad Fajar Yanto dan Ita Sulistyowati.Menurut para guru, Tegar memiliki ketertarikan kuat pada seni lukis sejak awal masuk sekolah tersebut.Baca juga: Priyo Bertahan di Pasar Beringharjo, Menjaga Kaset Pita dari Lupa ZamanMenurut Muhammad Fajar, kehadiran Tegar memberikan warna tersendiri bagi SLB Putra Mandiri.Ia menjadi contoh nyata bahwa setiap anak disabilitas memiliki potensi yang berbeda-beda.Fajar mengungkapkan, Tegar bahkan dengan tegas menolak tawaran untuk menjadi atlet karena bercita-cita menjadi pelukis profesional."Kemarin itu kami mikirnya mau mengajari Tegar, tetapi karena melihat kesungguhan Tegar malah kami (para guru) yang belajar. Ternyata banyak potensi anak yang bisa digalih," ujarnya saat dihubungi Kompas.com.Tegar mulai bersekolah di SLB Putra Mandiri sebagai murid pindahan dari sekolah dasar reguler sekitar satu tahun lalu.Dalam waktu tersebut, ia sudah mampu menghasilkan empat karya lukisan dengan teknik melukis menggunakan mulut.Dari empat karya tersebut, tiga lukisan telah terjual dengan harga Rp 1 juta per karya.Untuk menyelesaikan satu lukisan, Tegar biasanya membutuhkan waktu hingga dua minggu karena ia melukis dengan sangat detail."Sebelumnya yang hanya menggambar corat-coret saja, dengan dukungan guru yang memahami Tegar bahkan mampu melukis menggunakan kanvas dan tinta acrilic," jelas dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 14:02