Kemenag: Bakal Ada BSU Rp 270 Miliar buat Guru Non-sertifikasi

2026-01-15 10:55:59
Kemenag: Bakal Ada BSU Rp 270 Miliar buat Guru Non-sertifikasi
- Kemenag (Kementerian Agama) telah menyalurkan tambahan pembayaran sebesar Rp 198 miliar kepada guru non-ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai bentuk penyelesaian hak dan peningkatan stabilitas ekonomi bagi para pendidik.Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa penguatan ekosistem pendidikan Islam kini memasuki fase akselerasi melalui kebijakan yang langsung menyentuh kesejahteraan guru, kualitas profesi, dan kolaborasi sosial.Ia melaporkan bahwa pada saat yang sama, pemerintah menyiapkan skema Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 270 miliar bagi guru non-sertifikasi.Kebijakan ini dinilai menjadi sangat penting bagi ratusan ribu guru yang masih menghadapi tantangan finansial di tengah tuntutan profesionalisme yang terus meningkat.Baca juga: Kado HUT Ke-26 Morowali, Insentif Guru SMA Ditargetkan Mulai Berlaku 2026Lebih jauh lagi, Dirjen mengungkap signifikansi pencapaian Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini yang meningkat hingga 700 persen.Lompatan ini membuka ruang yang lebih luas bagi para pendidik untuk memperoleh kompetensi formal dan status kepastian, sekaligus memperkuat kualitas pengajaran di madrasah dan satuan pendidikan keagamaan.Selain aspek kesejahteraan dan profesi, Kemenag juga memberikan perhatian pada penguatan komunitas pendidik.Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp 10 miliar untuk mendukung kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI).Dirjen menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi jangka panjang untuk keinginan bersama pendidikan agama.Baca juga: Kisah Piyan, Anak Tukang Ojek Lolos Beasiswa LPDP dan Kerja di Pertambangancanva.com Sejarah Hari Guru Nasional.“Ini bukan hanya bantuan, tapi investasi untuk masa depan pendidikan agama,” tegasnya, saat Puncak Hari Guru Nasional 2025 yang bertajuk “Doa Guru dan Donasi untuk Negeri," dilansir dari laman Kemenag pada Minggu .Baca juga: Jadi Mapel Wajib SD, Guru Dapat Pelatihan Bahasa Inggris Mulai Januari 2026Kabar ini menjadi panggung penting bagi Kementerian Agama untuk menunjukkan keberpihakan yang semakin nyata terhadap guru dan tenaga pendidik.Pada hari guru, Kemenag juga memberikan penghargaan bagi para guru berprestasi serta penyaluran donasi dari berbagai mitra senilai lebih dari Rp 410 juta.Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera, menegaskan bahwa ekosistem pendidikan Islam tidak hanya bergerak di ruang kelas, tetapi juga hadir aktif dalam kemanusiaan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 08:37