Selain tampilannya, Sora juga memiliki kemampuan (skill) yang mirip Luffy. Secara umum, dia memiliki dua mode bertarung, yaitu mode "Thunder" dan "Torrent".Mode Thunder, yang mirip seperti Luffy mode "Gear 2", memungkinkan Sora memberikan serangan bertubi-tubi kepada musuh dengan elemen petir.Lalu mode Torrent, yang mirip seperti Luffy mode "Gear 3", membuat Sora dapat menahan dan melakukan serangan mengandalkan elemen angin.Di mode Thunder, "nyawa" alias Hit Points (HP) yang dimiliki Sora akan dikonversi ke atribut serangan (Attack), sehingga serangan dari skill dia akan semakin "sakit" ketika mengenai musuh.Sebaliknya pada mode Torrent, atribut Attack Sora akan dikonversi ke HP untuk membuat Sora lebih "tebal" dan bisa lebih banyak menahan serangan musuh.Moonton Games Sora di MLBB yang memiliki dua mode bertarung, yaitu Thunder (kiri) dan Torrent (kanan).Baca juga: Timnas Mobile Legends Indonesia Sumbang Dua Perunggu di SEA Games Thailand 2025Setiap berganti mode, efek skill yang dimiliki Sora juga akan berubah. Berikut penjelasannya skill-skill yang dimiliki Sora:Moonton Games Tampilan skill ultimate Sora mode Thunder (kiri) dan Torrent (kanan).

2026-02-03 18:20:26
Selain tampilannya, Sora juga memiliki kemampuan (skill) yang mirip Luffy. Secara umum, dia memiliki dua mode bertarung, yaitu mode



(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 16:57