Investor China, Rusia, dan AS Lirik Proyek Kereta di Luar Jawa

2026-02-02 06:39:53
Investor China, Rusia, dan AS Lirik Proyek Kereta di Luar Jawa
JAKARTA, – Minat investor asing terhadap proyek kereta api di luar Pulau Jawa semakin besar.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan China dan Rusia sudah menyatakan ketertarikan pada pengembangan Trans Railway.Investor dari Amerika Serikat juga menunjukkan minat, meski belum menyebut proyek tertentu."Yang berminat itu China. Kemudian yang dulu awal yang saya tahu itu ada Rusia juga berminat. Kemarin kita memang baru ketemu dengan Amerika, tapi mereka belum secara spesifik," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta, dikutip Minggu .Baca juga: Jalur Kereta Api di Aceh Belum Beroperasi, Kemenhub Terkendala Akses Perbaikan PascabencanaIa menegaskan pemerintah membuka peluang kerja sama bagi negara mana pun untuk membangun jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.Instruksi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek kereta tidak lagi terpusat di Jawa.Jalur kereta di luar Jawa dinilai memiliki potensi besar. Transportasi logistik dibutuhkan untuk mengangkut hasil perkebunan dan tambang.Saat ini bisnis angkutan barang menyumbang sekitar 40 persen pendapatan PT Kereta Api Indonesia (Persero)."Kita sudah mendorong pada KAI untuk membuka kerja sama dengan beberapa negara agar bisa mewujudkan Trans Railway di Sumatera," kata Dudy.Baca juga: KADI: Investor Asing Lihat Komitmen Indonesia Tindak DumpingSaat ini Sumatera dan Sulawesi menjadi dua wilayah yang sudah memiliki layanan kereta api. Rute di Sumatera meliputi Medan–Rantau Prapat, Medan–Tanjung Balai, Medan–Siantar, hingga koneksi ke Kualanamu. Di Sulawesi, proyek yang berjalan baru Makassar–Parepare.Untuk Kalimantan, pemerintah sedang menunggu hasil feasibility study (FS) terkait rencana jalur kereta logistik. Kajian ini akan menjadi dasar penetapan rute dan skema investasi."Kita berharap Trans Railway di Kalimantan ini ke logistik. Kita lihat nanti FS-nya itu secara ekonomis lebih menguntungkan yang seperti apa," ucapnya.Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga menyusun FS untuk jalur kereta di IKN. Dudy mengatakan perlu melihat kecocokan antara kajian OIKN, KAI, dan swasta sebelum penetapan proyek.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 06:49