Komisi VIII DPR Cerita Banyak Mayat Korban Banjir Sumatera Belum Terjamah

2026-01-15 19:04:58
Komisi VIII DPR Cerita Banyak Mayat Korban Banjir Sumatera Belum Terjamah
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menggambarkan kondisi memilukan di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Marwan mengatakan banyak korban meninggal belum dapat dievakuasi lantaran akses yang terputus."Kita belum bisa mengevakuasi mayat. Masih banyak mobil yang tertimbun. Masih ada mobil. Itu manusia semua di situ belum terjamah," kata Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).Dia mengungkapkan beberapa daerah masih sulit dijangkau tim bantuan. Hal itu, dikarenakan banyak jalan nasional rusak dan terputus, sehingga akses distribusi menjadi kendala utama."Masih ada beberapa lokasi yang agak jauh dan terisolir. Kebutuhan bantuan dari sisi kapasitas sebetulnya untuk darurat sudah memadai. Tapi menyalurkan itu tidak mudah juga untuk berbagai lokasi," ujarnya."Karena itu dari awal saya sebagai Ketua Komisi VIII sebetulnya sudah meminta dibuatkan status darurat nasional. Supaya semua pihak pemerintahan bisa turut serta. Kalau seperti ini besarnya kejadian bencana, BNPB kemudian Kemensos itu tidak cukup kuat," sambung dia.Diketahui, Marwan sempat terbang ke Medan, Sumatera Utara, untuk meninjau lokasi bencana banjir. Tinjauan itu dilakukan pada pekan lalu.Marwan lantas mengingatkan meski sebagian warga yang terjebak masih dalam kondisi sehat, namun situasi dapat berubah drastis jika bantuan tak segera tiba."Yang agak miris bagi kita kan, orang sekarang masih sehat. Tapi kalau lama-kelamaan mereka sakit dan meninggal waduh miris sekali. Jadi kalau kita menyaksikan, saya kan dari sana," ujarnya.Marwan menilai perlu satu komando dalam menangani bencana banjir. Dia juga mendorong pemerintah untuk segera menjangkau para korban terdampak."Karena itu kita mendorong semua pihak, kita segeralah menjangkau mereka. Emang harus jalan kaki, harus dipanggul gitu bantuan itu, dan sebagian sudah kita kerjakan juga," tuturnya. Tonton juga video "Situasi Terkini di Aceh Usai Bencana Banjir - Tanah Longsor"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-15 19:40