Mardiono dan Mimpi Besar Kemandirian Ekonomi Umat

2026-02-04 18:44:27
Mardiono dan Mimpi Besar Kemandirian Ekonomi Umat
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang cukup besar yakni 170 juta jiwa pada tahun 1994, Indonesia perlu kemandirian ekonomi umat. Hal inilah yang menjadi cikal pendirian Bank Syariah Muamalah Banten sebagai Bank Syariah pertama di Banten pada tahun 1994 oleh Muhammad Mardiono seorang pengusaha muslim yang kala itu telah menjalankan bisnis logistik.Bank Syariah Muamalah Banten atau yang saat ini disebut Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menjadi Bank Syariah ke-2 di Indonesia setelah Bank Muamalat berdiri pada 1 November 1991. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat, Mardiono belajar mengimplementasikan prinsip ekonomi syariah dari Prof. Dr. Syafii Antonio pakar Ekonomi Syariah yang turut membidangi pendirian Bank Muamalat.Mardiono yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan visi besar Bank Syariah Muamalah ialah menjadi Bank Syariah yang semakin kokoh, berkah, dan tepercaya."InsyaAllah kami ingin bersama membangun ekonomi umat yang mandiri, berdaya, dan terpenting berkah" ujar Mardiono Senin, (24/11/2025).Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini menambahkan, bahwa umat muslim harus terus bergerak aktif dan tidak hanya jadi pasar dalam perputaran ekonomi di Indonesia."Umat muslim harus menjadi pelaku ekonomi, agar nilai tambah dari perputaran roda ekonomi bisa lebih dirasakan oleh umat sehingga umat bisa semakin mandiri dan berdaya," jelasnya.Sebagai informasi, pada masa itu, Cilegon masih berstatus Kota Administratif yang menginduk ke Kabupaten Serang dan berada dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. Di tengah kondisi tersebut, Mardiono bersama sejumlah tokoh Banten KH. Embay Mulya Syarief, KH. Fatullah Syam'un (saat itu Ketua DPRD Kabupaten Serang), dan KH.Mansur Muhyidin mendirikan Bank Syariah Muamalah. Proses perizinan tentu tidak mudah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, namun berkat ketekunan dan kerja keras, Bank Syariah Muamalah akhirnya dapat berdiri dan beroperasi untuk umat.Berhasil melewati krisis ekonomi dan terus memperkuat tata kelola serta manajemen, Bank Syariah Muamalah Banten telah sukses menjaga eksistensi dan melayani lebih dari 40.000 nasabah dalam 31 tahun terakhir. Mayoritas pembiayaan terkuat adalah kepada mereka pelaku UMKM atau pedagang kecil, pedagang pasar, nelayan, hingga petani.Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Bank Syariah Muamalah Banten telah menyalurkan lebih dari 600 Miliar Rupiah pembiayaan produktif yang disalurkan ke berbagai sektor mulai dari konstruksi, peternakan, dan pendidikan hingga UMKM dengan tetap menerapkan prinsip syariah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-04 17:36