Dari Komedi hingga Drama Adat, Ini 7 Film Indonesia yang Angkat Budaya Batak

2026-01-14 15:09:54
Dari Komedi hingga Drama Adat, Ini 7 Film Indonesia yang Angkat Budaya Batak
JAKARTA, - Tren film berlatar budaya Batak di sinema nasional terus berlanjut pasca-kesuksesan komersial film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dan Agak Laen (2024).Fenomena ini mendorong munculnya berbagai judul baru yang mengeksplorasi cerita dari Tanah Batak, mencakup genre komedi, drama keluarga, hingga pengangkatan ritual adat yang sakral.Berikut adalah lima film berlatar Batak yang telah, sedang, dan akan menghiasi layar bioskop Indonesia:Baca juga: Film Ngeri Ngeri Sedap Tayang di Netflix, Sinopsis dan Daftar PemainFilm produksi Imajinari dan Visionari Film Fund ini boleh dibilang menjadi salah satu pemicu meningkatnya produksi film berlatar Batak.Disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk, film ini berhasil meraih 2,8 juta penonton.Ngeri-Ngeri Sedap bergenre komedi-drama keluarga, mengisahkan Pak Domu (Arswendy Beningswara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang pura-pura ingin bercerai demi memaksa ketiga anak mereka yang merantau, Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox), dan Sahat (Indra Jegel), untuk pulang kampung.Film ini juga terpilih mewakili Indonesia untuk seleksi Piala Oscar 2023.Instagram Imajinari Film komedi Agak Laen karya sutradara Muhadkly Acho dibintangi (dari kiri) Bene Dion, Oki Rengga, Indra Jegel, dan Boris Bokir.Menjadi film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 9,1 juta penonton, Agak Laen kembali mengukuhkan posisi komedi Batak di pasar nasional.Film produksi Imajinari ini disutradarai oleh Muhadkly Acho.Dibintangi oleh kuartet komika Bene Dion, Indra Jegel, Boris Bokir, dan Oki Rengga, film ini mengisahkan empat sahabat yang mengelola sebuah rumah hantu di pasar malam yang bisnisnya nyaris bangkrut.Sebuah insiden tak terduga justru membuat rumah hantu mereka menjadi viral.Baca juga: Produser Pastikan Akan Ada Film Agak Laen 3 Poster Film Agak Laen Menyala PantikuKini, kisah kuarted Agak Laen dalam suguhan cerita baru kembali menyapa pecinta film di bioskop mulai 27 November 2025.Masih dibintangi Boris, Bene, Jegel dan Oki, film Agak Laen: Menyala Pantiku mengisahkan perjuangan mereka menemukan pelaku pembunuhan anak Wali Kota di sebuah panti jompo.Muhakdly Acho, sang penulis sekaligus sutradara menyuguhkan konsep komedi investigasi dalam film keempatnya itu.Baca juga: Review Film Catatan Harian Menantu SintingDOK Soraya Intercine Films Film Catatan Harian Menantu SintingDiadaptasi dari novel populer berjudul sama karya Rosi L. Simamora, film produksi Soraya Intercine Films ini tayang perdana pada 18 Juli 2024 lalu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 15:08