BP Tapera Undang Pakar Jerman, Bahas Contractual Savings for Housing

2026-01-17 04:09:14
BP Tapera Undang Pakar Jerman, Bahas Contractual Savings for Housing
JAKARTA, - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan mengundang expert (pakar) skema contractual savings for housing (CSH) atau tabungan berkontrak untuk perumahan dari Jerman minggu depan.Informasi ini pun disampaikan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho saat menjawab Kompas.com, di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Selasa ."Ini lagi kita coba identifikasi dari expert-expert, ini juga minggu depan kita mau diskusi dengan expert CSH ya. Nanti kita sampaikan lah hasilnya, ini kan bagian dari pengayaan naskah akademik yang akan kita susun, yang sejauh kita susun ya," jelas Heru.Heru menuturkan, nantinya konsep CSH yang diimplementasikan akan disesuaikan dengan karakter masyarakat Indonesia maupun kemampuan mencicil.Baca juga: Mengenal Contractual Savings for Housing, Model Bisnis Pengganti TaperaKonsep ini pun bisa menjadi model bisnis operasional BP Tapera ke depan pasca dihapusnya iuran wajib bagi pekerja dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK), sekaligus menjadi bagian dari solusi pembiayaan murah jangka panjang."Bagi semua desil, bukan hanya MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), tapi bagi semua desil. Karena masing-masing desil itu pasti pendekatannya akan berbeda-beda," tutur dia.Nantinya, skema itu akan digodok selama dua tahun sembari menghadirkan para pakar secara berseri.Kemudian, akan disampaikan pada kementerian terkait. Mulai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Hukum (Kemenhum), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Heru pun melihat program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan akan dikembangkan bagi seluruh kalangan."Oh semua (kalangan), dan juga berbasis investasi juga," tegasnya. Heru pun melihat sejumlah negara sebagai benchmark (tolok ukur) sebagai pengembangan konsep CSH."Banyak, yang contractual saving for housing itu di Jerman, dan Perancis. Kemudian di negara-negara Skandinavia saya kira juga demikian seperti itu ya. Berikutnya juga di Filipina, dan Vietnam," jelasnya.Heru sebelumnya menjelaskan, CSH merupakan konsep individu menabung di lembaga pembiayaan pemerintah atau lembaga tabungan pemerintah dengan nilai tertentu.“Misalnya, saya ada ekspektasi pengen rumah senilai Rp 500 juta. Kemudian contractual saving-nya saya akan nabung Rp 300 juta. Nah, nabung Rp 300 juta itu mungkin dalam jangka waktu 5 tahun. Nah, nanti setelah sekian tahun, bisa kita nilai bankability (kelayakan finansial)dari calon debitur tadi untuk mendapatkan housing queue," jelas dia.Baca juga: Contractual Savings Jangan Dianggap Solusi Bereskan Masalah PerumahanSebenarnya, CSH itu bertujuan demi mendapatkan housing queue atau antrean untuk mendapatkan rumah."Dan ini juga akan meningkatkan bankability itu, setelah nanti contractual saving-nya tercapai di banyak negara sih misalkan nabung Rp 300 juta dalam lima tahun, ya sudah selama dia nabung itu dan track record-nya (rekam jejaknya) bagus (dalam menabung), dia sudah mendapatkan housing queue atau kepastian untuk mendapatkan rumah," lanjutnya.Jika tabungan individu tersebut sudah mencapai Rp 300 juta, maka bisa mencari rumah dengan harga tersebut atau misalnya rumah dengan harga Rp 600 juta.Sehingga, tabungan itu sisanya bisa digunakan untuk mencicil down payment (DP) atau uang muka.Dengan begitu, sisanya tersebut akan mengikuti alur suku bunga perbankan. "Nah di kita (BP Tapera) mungkin bisa di-redesign (desain ulang) lagi nanti. Supaya lebih menjangkau affordability (keterjangkauan) dan accessibility (aksesibilitas) yang lebih luas bagi masyarakat. Itu saja yang kita pikirkan," tandas Heru.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 02:45