Hengkang 27 Tahun Lalu, Polisi India Bongkar Masa Lalu Sajid Pelaku Penembakan Bondi

2026-01-12 11:29:21
Hengkang 27 Tahun Lalu, Polisi India Bongkar Masa Lalu Sajid Pelaku Penembakan Bondi
NEW DELHI, - Polisi India menyatakan, salah satu pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Australia, bernama Sajid Akram, merupakan warga negara India yang telah meninggalkan negaranya sejak 27 tahun lalu.Dalam insiden penembakan tersebut, Sajid dan putranya, Naveed Akram, melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa yang sedang merayakan festival Yahudi Hanukkah pada Minggu , menewaskan 15 orang.Kepolisian India menyebutkan, Naveed tercatat sebagai warga negara Australia berdasarkan data imigrasi setempat.Baca juga: Disangka Penembak Bondi Beach, Pria Ini Takut Keluar Rumah Usai Dapat AncamanSedangkan Sajid merupakan imigran lama yang menetap di Australia sejak akhir 1990-an, sebagaimana dilansir AFP."Sajid berasal dari Hyderabad, India. Ia bermigrasi ke Australia untuk mencari pekerjaan sekitar 27 tahun lalu, pada November 1998," demikian pernyataan Kepolisian Negara Bagian Telangana, India selatan.Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa hubungan Sajid dengan keluarganya di India tergolong minim selama hampir tiga dekade terakhir."Berdasarkan informasi dari kerabatnya di India, Sajid memiliki kontak yang sangat terbatas dengan keluarganya di Hyderabad selama 27 tahun terakhir," lanjut pernyataan itu.Baca juga: Pelaku Penembakan Bondi Beach Bangun dari Koma, Langsung Diproses HukumPolisi Telangana mengungkapkan Sajid tercatat mengunjungi India sebanyak enam kali setelah menetap di Australia."Perjalanannya ke India terutama berkaitan dengan urusan keluarga seperti masalah properti dan kunjungan kepada orang tua yang sudah lanjut usia," kata polisi.Pihak kepolisian menambahkan bahwa Sajid bahkan tidak kembali ke India saat ayahnya meninggal dunia.Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sebelumnya menyatakan bahwa aksi penembakan mematikan tersebut dipicu oleh ideologi ISIS.Baca juga: PM Australia Tak Terima Penembakan Bondi Beach Dikaitkan dengan Pengakuan PalestinaAlbanese menegaskan bahwa ayah dan anak itu menjalankan serangan dengan motif terorisme yang bertujuan menebar ketakutan, khususnya di kalangan komunitas Yahudi Australia.Otoritas Australia menyebutkan, serangan di Bondi Beach dirancang secara sengaja untuk menciptakan kepanikan nasional dan menargetkan warga Yahudi.Kepolisian Telangana menegaskan tidak ditemukan catatan kriminal atau indikasi aktivitas ekstrem terhadap Sajid selama masih tinggal di India."Kami tidak memiliki catatan negatif apa pun terhadap Sajid selama ia berada di India sebelum berangkat ke Australia," ujar polisi.Baca juga: Pelaku Penembakan Bondi Beach Sempat ke Asia Tenggara, Mengaku Warga IndiaKeluarga Sajid di India juga mengaku tidak mengetahui adanya pandangan radikal atau aktivitas ekstrem yang dilakukan pelaku."Anggota keluarga menyatakan tidak mengetahui pola pikir radikal atau kegiatan apa pun yang mengarah pada ekstremisme, termasuk proses yang menyebabkan radikalisasi," bunyi pernyataan tersebut.Polisi India juga menilai proses radikalisasi Sajid dan Naveed tidak memiliki keterkaitan dengan India maupun pengaruh lokal di wilayah Telangana.Hingga kini, penyelidikan lintas negara terus dilakukan oleh otoritas Australia dengan melibatkan aparat keamanan dan intelijen guna mengungkap jaringan serta proses radikalisasi pelaku secara menyeluruh.Baca juga: Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum Serangan


(prf/ega)