Kakorlantas Tegaskan Truk Sumbu 3 Dilarang Masuk Tol Selama Operasi Nataru

2026-02-03 04:00:14
Kakorlantas Tegaskan Truk Sumbu 3 Dilarang Masuk Tol Selama Operasi Nataru
JAKARTA, – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, truk sumbu 3 ke atas dilarang beroperasi di jalan tol selama pelaksanaan Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Penegasan itu disampaikan Agus merespons masih ditemukannya truk sumbu 3 yang beroperasi di wilayah Karawang, Jawa Barat, yang juga menjadi perhatian Kapolda Jawa Barat.“Kalau masalah SKB (Surat Keputusan Bersama pelarangan angkutan barang sumbu 3), sebetulnya SKB itu sebelum operasi sudah kita lakukan koordinasi, sehingga SKB itu sudah menjadi kesepakatan,” kata Agus dalam keterangannya saat meninjau arus lalu lintas di KM 29, Jakarta, Selasa .Baca juga: Kakorlantas Jelaskan Patokan Contraflow Tol Saat Arus Nataru MeningkatIa menjelaskan, dalam kesepakatan awal memang sempat terdapat ketentuan window time atau waktu toleransi.Namun, setelah dilakukan evaluasi pada hari pertama operasi bersama Menteri Perhubungan, diputuskan tidak ada window time bagi truk sumbu 3 di jalan tol.“Setelah kita evaluasi hari pertama, kami dengan Pak Menteri Perhubungan, tidak ada window time, tetapi untuk sumbu 3 tidak boleh selama operasi di dalam tol,” ujar Agus.Meski demikian, Agus menyebutkan masih ada pengecualian bagi truk sumbu 3 di luar jalan tol.Truk sumbu 3 diperbolehkan melintas di jalan arteri dan jalan provinsi dengan ketentuan waktu tertentu.“Di arteri itu jam 17.00 WIB sampai malam hari itu boleh. Jadi window time-nya adalah di arteri dan jalan-jalan provinsi,” kata dia.Baca juga: Kakorlantas Pantau Merak sampai Tol Jati Asih, Arus Nataru Masih NormalAgus menegaskan, larangan tersebut berlaku tegas di jalan tol selama Operasi Nataru.“Tetapi untuk di jalan tol itu tidak diberlakukan window time, tetapi selama operasi sumbu 3 dilarang,” ujarnya.Selain penertiban truk, Kakorlantas juga menyiapkan skema antisipasi kepadatan di sejumlah titik, termasuk di rest area.Agus menjelaskan, potensi kepadatan di jalan tol berawal dari bangkitan arus yang kemudian memicu bottleneck, terutama saat penyempitan lajur.“Setelah bangkitan arus nanti bottleneck dari lajur empat menjadi dua, dan sampai ke Trans Jawa baru nanti persoalannya di rest area,” kata Agus.Jika terjadi kepadatan di rest area, salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan contraflow.Selain itu, skema buka-tutup rest area juga akan dilakukan apabila kapasitas tidak lagi mampu menampung kendaraan.Baca juga: Kakorlantas Bagi Skenario Pengamanan Nataru Jadi 4 Klaster“Ketika rest area sudah tidak mampu, nanti akan kita lakukan rekayasa buka tutup,” ujar dia.Agus menambahkan, meski pada periode Nataru ini kepadatan di rest area diperkirakan tidak terlalu signifikan, seluruh skenario pengamanan telah disiapkan dan dikoordinasikan dengan para pemangku kepentingan.“Stakeholder sudah melakukan upaya-upaya, baik buka tutup yang ada di rest area tersebut,” kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-03 02:46