Malam Panjang di Jember, Ketika Sungai Meluap dan Ribuan Warga Bertahan di Tengah Banjir

2026-01-12 03:00:50
Malam Panjang di Jember, Ketika Sungai Meluap dan Ribuan Warga Bertahan di Tengah Banjir
JEMBER, - Malam belum sepenuhnya turun di Kabupaten Jember ketika air mulai merayap masuk ke rumah-rumah warga, mengalir pelan dari sungai yang tak lagi mampu menahan limpahan hujan yang turun sejak siang hari.Sejak Senin pukul 11.00 WIB, hujan ringan yang semula turun perlahan berubah menjadi deras, disertai angin kencang, hingga membuat aliran Sungai Bedadung, Kalijompo, Mayang, Rembangan, dan sejumlah sungai lain meluap hampir bersamaan.Air cokelat berlumpur memasuki gang-gang sempit, halaman rumah, hingga ruang tamu warga, memaksa sebagian keluarga membawa barang berharga, mengangkat perabot seadanya, sambil menunggu genangan yang terus meninggi lantas mulai menyelamatkan diri.Baca juga: Jember Dikepung Banjir, Warga Berbondong-bondong Selamatkan DiriBanyak di antara warga yang berkumpul di titik evakuasi seperti lapangan karena air mulai menggenangi permukiman, waspada air makin meninggi dan deras.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi pemicu utama banjir yang meluas ke berbagai wilayah.“Curah hujan tinggi menyebabkan debit sungai meningkat cepat dan meluap ke permukiman warga di banyak titik,” ujar Indra dalam rilis resminya, Selasa .Baca juga: Jembatan Patemon Jember Ambrol akibat Banjir, Bupati Janji Segera Bangun KembaliBanjir tercatat merendam sedikitnya 20 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan. Yakni Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, Ledokombo, Arjasa, Jelbuk, dan Kaliwates.Titik terdampak meliputi kawasan padat penduduk seperti sekitar RS Paru Jember Lor, Kampung Ledok, Kelurahan Kepatihan, Perumahan (Perum) Villa Indah Tegal Besar, Perum Puri Antirogo, Gladak Kembar Jalan Ahmad Yani, Jalan Bengawan Solo, Jalan Ahmad Yani Gang Veteran, hingga wilayah pedesaan seperti Desa Patemon, Glagahwero, Curah Ancer, Kaliwining Kulon, dan Nogosari.Wilayah dengan dampak terbesar tercatat berada di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji dengan 429 kepala keluarga terdampak.Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 2 meter, dengan genangan merendam permukiman padat penduduk, fasilitas umum, dan infrastruktur penghubung antarwilayah.Tak hanya permukiman, derasnya arus juga merusak infrastruktur, salah satunya jembatan penghubung di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, yang tergerus banjir hingga putus dan tak bisa dilalui kendaraan.


(prf/ega)