BERITA FOTO: Jejak Kerusakan Ekologis di Banjir Tapsel, Gelondongan Kayu Hantam Permukiman Desa Garoga

2026-02-05 13:08:57
BERITA FOTO: Jejak Kerusakan Ekologis di Banjir Tapsel, Gelondongan Kayu Hantam Permukiman Desa Garoga
- Desa Garoga di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kini berubah menjadi kawasan yang nyaris tak berwujud.Desa yang berada di perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan itu luluh lantak setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor.Wartawan Kompas.com, Ridho Danu Prasetyo melaporkan, hamparan lumpur cokelat, puing bangunan, serta ribuan gelondongan kayu menggantikan rumah-rumah yang dulu menjadi tempat tinggal warga.Baca juga: Menteri LH Temukan 200 Hektar Perkebunan Sawit, Perparah Banjir di Desa GarogaSuasana desa sepi, hanya terdengar suara mesin alat berat yang terus bekerja. Akses menuju desa juga terputus karena jembatan utama ambruk diterjang material kayu dan debit air besar.Para petugas dan warga harus berjalan kaki membawa logistik melintasi reruntuhan dan jembatan darurat dari gelondongan kayu.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Desa Garoga, desa yang hilang diterjang banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera UtaraBencana yang terjadi di Garoga bukan sekadar banjir biasa. Peristiwa ini merupakan kombinasi dari hujan berintensitas tinggi, longsor besar, dan tumpukan material kayu yang menghantam desa dari arah hulu sungai. Kondisi inilah yang membuat seluruh permukiman rata dengan tanah.Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh kini hilang tertutup tanah setinggi lebih dari satu meter. Hanya beberapa bangunan yang masih terlihat, namun dalam keadaan rusak berat.Baca juga: Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanyaMasjid dan madrasah di desa itu juga tak luput dari kerusakan. Tiang-tiang bangunan patah, atap miring, dan lantai dipenuhi lumpur pekat.Di sepanjang jalan menuju desa, kerusakan juga tampak pada wilayah sekitar. Jembatan penghubung Tapanuli Tengah–Tapanuli Selatan putus total, sehingga mobilitas warga dan bantuan terhambat.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Gelondongan kayu di Desa Garoga, Tapanuli Selatan yang hilang ditelan banjir dan longsor Banyak warga yang kini hanya bisa berdiri di atas lahan kosong yang dulunya rumah mereka. Mereka menatap tumpukan lumpur dan kayu sambil mencoba memahami kenyataan bahwa kehidupan mereka berubah dalam hitungan menit.Ida Rohana Simamora, salah satu warga yang selamat, menggambarkan detik-detik bencana terjadi."Rumah saya hanyut terbawa air, enggak ada yang bersisa. Itu didorong itu ke sana semua. Iya, diratakan lah sama air," ujarnya.Baca juga: Warga Garoga Tetap Ingin Pulang Meski Rumah Disapu Banjir: Ke Mana Lagi Awak Pulang?Ida menjelaskan bahwa gelondongan kayu datang lebih dulu sebelum banjir besar."Kayu yang besar, barulah ikut air besarnya lagi. Kayu sama air besar lah sekaligus, dari atas gunung," tambahnya.Hal serupa diungkapkan Nurbaiti, warga lainnya. Ia mengaku heran karena banjir biasa tidak pernah membawa kayu dalam jumlah besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-05 12:09