Data 34 Juta Pengguna Bocor, Coupang Minta Maaf dan Beri Kompensasi

2026-01-16 01:18:57
Data 34 Juta Pengguna Bocor, Coupang Minta Maaf dan Beri Kompensasi
– Perusahaan ritel daring asal Korea Selatan, Coupang, menyiapkan kompensasi senilai 1,69 triliun won Korea Selatan, setara 1,17 miliar dollar AS, bagi 34 juta pengguna yang terdampak kebocoran data besar-besaran yang terungkap bulan lalu.Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin waktu setempat, Coupang menyatakan akan memberikan voucher pembelian senilai total 50.000 won yang dapat digunakan untuk berbagai layanan Coupang.Dikutip dari CNBC, Senin , kompensasi tersebut tidak hanya diberikan kepada pengguna aktif. Mantan pelanggan yang menutup akun mereka setelah insiden kebocoran data juga dinyatakan berhak menerima voucher.Baca juga: Bahaya Kebocoran Data Kendaraan di Balik Aplikasi Mata ElangCoupang menyebutkan bahwa pengguna dapat mengecek kelayakan penerimaan voucher mulai 15 Januari mendatang.Pelaksana tugas CEO Coupang Corp., Harold Rogers, menyebut kebijakan kompensasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan.“Ini adalah langkah yang bertanggung jawab bagi pelanggan kami, dan kami akan memenuhi tanggung jawab kami hingga akhir,” ujar Rogers.Ia juga kembali menyampaikan permintaan maaf kepada para pengguna.“Saya sekali lagi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pelanggan kami,” katanya.Baca juga: Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data PribadiPermintaan maaf tersebut disampaikan sehari setelah pendiri Coupang, Kim Bom, juga menyampaikan permintaan maaf secara terpisah. Kim mengatakan dirinya merasa “sangat terpukul” atas kekecewaan yang dialami publik.Insiden kebocoran data yang diumumkan pada 18 November lalu itu berujung pada pengunduran diri CEO Park Dae-jun pada awal bulan ini.Dalam pernyataan terpisah, Kim Bom mengakui bahwa perusahaan gagal berkomunikasi secara jelas sejak awal terjadinya insiden.Ketua Coupang yang berbasis di Amerika Serikat itu juga menyebut permintaan maafnya datang terlambat.Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia menilai komunikasi publik sebaiknya dilakukan setelah seluruh fakta terkonfirmasi.Baca juga: Awas Bahaya Oversharing Medsos, Penjahat Siber Bisa Curi Data Pribadi dan Uangmu“Jika melihat ke belakang, itu adalah penilaian yang keliru. Meski Coupang bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan situasi ini, saya seharusnya sejak awal menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf yang tulus. Hati saya terasa berat sejak pertama kali mengetahui kebocoran data tersebut,” ujar Kim.Kim menambahkan bahwa perusahaan telah memulihkan seluruh informasi pelanggan yang bocor melalui kerja sama dengan pemerintah, termasuk perangkat penyimpanan milik tersangka di balik insiden tersebut.Ia juga menyatakan bahwa data pelanggan yang tersimpan di komputer tersangka hanya mencakup sekitar 3.000 catatan, serta tidak didistribusikan maupun dijual ke pihak eksternal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 01:02