Sumut Siap Jadi Percontohan Manajemen Talenta, Gubernur Bobby: ASN Bisa Promosi Tanpa Lelang

2026-02-01 18:37:57
Sumut Siap Jadi Percontohan Manajemen Talenta, Gubernur Bobby: ASN Bisa Promosi Tanpa Lelang
– Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai sebagai salah satu daerah yang paling siap menjadi proyek percontohan penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia.Penilaian tersebut diberikan berkat keberhasilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Asesmen Kompetensi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam meraih akreditasi A, predikat tertinggi yang diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan bahwa Manajemen Talenta membuat proses pengangkatan, rotasi, dan promosi jabatan ASN tidak perlu lagi melalui lelang.“Manajemen Talenta ASN menggunakan sistem merit, jadi yang memiliki kinerja terbaik bisa dipromosikan tanpa lelang. ASN daerah bisa ke provinsi, begitu juga sebaliknya, semuanya berdasarkan kinerja,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu .Baca juga: Pemprov Jakarta Terapkan Manajemen Talenta, demi Percepat Pengisian Jabatan ASNPernyataan tersebut disampaikan Bobby dalam acara Penguatan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu.Ia menegaskan, penerapan sistem ini akan mempersempit peluang terjadinya praktik jual beli jabatan.Bobby pun mendorong 33 kabupaten/kota di Sumut agar segera mengimplementasikan sistem Manajemen Talenta ASN secara penuh."Sistem ini akan membuat ASN kita lebih progresif lagi. (ASN) daerah yang punya cita-cita ke provinsi jangan cari backingan (atau) kenalan yang mengatur jabatan, karena semua dinilai dari skor. Kinerja bapak/ibu semua dilihat dari report-nya," ucapnya.Baca juga: Uji Coba WFH ASN Jabar Dimulai November, BKD: Tak Ganggu Layanan PublikSementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan bahwa dari 643 instansi pemerintah yang menjadi sasaran pembangunan Manajemen Talenta, sebanyak 512 instansi telah menjalankan proses tersebut.Ia mengungkapkan, seluruh pemerintah daerah (pemda) di Sumut juga telah menandatangani Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Talenta ASN.“Saya optimistis Sumut bisa menjadi pilot project nasional karena 100 persen pemerintah daerahnya berkomitmen menerapkan sistem ini. Sumut berpeluang menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Zudan.Menurutnya, penerapan sistem ini juga akan mempercepat proses mutasi ASN karena didukung digitalisasi dan sistem aplikasi yang terintegrasi.Baca juga: Pemkot Palembang Batasi Mutasi ASN, Hanya Dua Kali Setahun"Kalau lelang cukup memakan waktu bisa 3 bulan, belum lagi kalau mutasi antarpemda. Dengan sistem ini, bisa selesai dalam 3 hari karena dukungan digitalisasi dan aplikasinya sudah tersedia, bapak ibu tidak perlu buat lagi,” jelas Zudan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-01 19:07