- Dalam mitologi dan cerita rakyat, perut paus sering digambarkan sebagai simbol kematian sekaligus kelahiran kembali. Sebuah ruang gelap berisi air, tempat seseorang “lenyap” sebelum muncul kembali sebagai pribadi yang berubah. Kisah Nabi Yunus, dongeng Pinokio, hingga berbagai legenda pelaut memperkuat imajinasi tersebut. Namun, bagaimana dengan dunia nyata? Apakah pernah ada manusia yang benar-benar ditelan paus?Jawaban singkatnya: hampir mustahil. Meski demikian, ada satu jenis paus yang secara teori mungkin mampu menelan tubuh manusia—meski hingga kini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar meyakinkan.Banyak orang mungkin langsung membayangkan paus biru, hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi. Panjangnya bisa melampaui 30 meter dan beratnya mencapai ratusan ton. Namun, justru paus raksasa inilah yang paling mustahil menelan manusia.Alasannya sederhana: makanannya hanya krill, makhluk kecil mirip udang. Paus biru tidak memiliki gigi, melainkan baleen—semacam serabut kaku yang berfungsi seperti saringan raksasa. Saat makan, paus biru menyaring jutaan krill dari air laut, lalu membuang airnya keluar.Meski mulutnya sangat besar, tenggorokan paus biru terlalu sempit untuk menelan sesuatu sebesar tubuh manusia. Hal yang sama juga berlaku untuk paus bungkuk dan seluruh kelompok paus baleen lainnya.Baca juga: Kisah Paus Bungkuk Kembali dari Ambang KepunahanCerita menjadi sedikit berbeda ketika membahas paus bergigi, terutama paus sperma. Spesies ini dikenal sebagai pemburu cumi-cumi raksasa di laut dalam. Ukuran mangsanya menunjukkan bahwa, secara anatomis, paus sperma mungkin mampu menelan manusia.Fakta menariknya, “cumi-cumi kolosal pertama yang pernah ditemukan justru ditemukan di dalam perut paus sperma hasil tangkapan komersial,” bahkan seabad sebelum manusia berhasil melihat cumi tersebut hidup di laut dalam.Namun, kemungkinan manusia benar-benar tertelan paus sperma tetap sangat kecil. Paus ini hidup dan berburu di kedalaman laut yang ekstrem. Peluang manusia berada di lokasi dan waktu yang sama nyaris nol.Baca juga: Paus Pembunuh Berbagi Mangsa dengan Manusia: Tanda Kepedulian atau Rasa Ingin Tahu?Meski begitu, sejarah mencatat sebuah kisah sensasional dari akhir abad ke-19. Seorang pemburu paus bernama James Bartley dikabarkan tertelan hidup-hidup oleh paus sperma. Konon, ia baru ditemukan 36 jam kemudian di dalam perut paus yang telah dibedah oleh kru kapalnya.Cerita tersebut menyebutkan Bartley berhasil selamat, meski sempat mengalami gangguan mental selama tiga minggu sebelum pulih dan kembali bekerja. Sayangnya, kisah ini hampir pasti tidak benar.“Tidak ada oksigen di dalam perut paus,” jelas artikel tersebut. Bertahan hidup selama satu setengah hari di lingkungan penuh gas pencernaan jelas mustahil—bahkan bagi pelaut paling tangguh sekalipun.Baca juga: Kenapa Paus Memiliki Lubang Sembur?SHUTTERSTOCK/Craig Lambert Photography Ilustrasi paus bungkuk.Meski manusia nyaris mustahil benar-benar ditelan paus, ada beberapa kejadian nyata di mana manusia sempat masuk ke dalam mulut paus—namun langsung dimuntahkan.Pada 2021, seorang penyelam lobster di Massachusetts bernama Michael Packard sempat terjebak di dalam mulut paus bungkuk selama 30–40 detik. Tak lama kemudian, paus tersebut menyadari kesalahannya dan langsung memuntahkan Packard dalam kondisi hidup.Kejadian serupa terjadi pada Februari 2025 di lepas pantai Chili. Seorang kayaker asal Venezuela, Adrián Simancas, sempat “tertelan” paus bungkuk selama satu hingga dua detik. Kepada BBC, Simancas menggambarkan bagian dalam mulut paus sebagai “bertekstur licin”, dengan pandangan gelap kebiruan dan putih.Alih-alih membuktikan bahwa paus suka menyerang manusia, kejadian-kejadian ini justru menyoroti masalah lain: manusia semakin sering memasuki habitat paus.Ketika aktivitas manusia—menyelam, memancing, atau berperahu—beririsan dengan area makan paus, risiko kecelakaan meningkat. Bukan hanya manusia yang terancam, paus pun bisa terluka atau stres akibat interaksi yang tidak disengaja ini.Kesimpulannya, kisah manusia ditelan paus lebih banyak hidup di dunia mitos dan legenda. Di dunia nyata, paus bukanlah monster pemakan manusia. Justru kitalah yang perlu lebih berhati-hati dan menghormati ruang hidup makhluk laut raksasa ini, agar tragedi—sekecil apa pun—tidak perlu terulang.Baca juga: Ilmuwan Teliti Suara Paus Biru 15 Tahun, Apa yang Mereka Dengar?
(prf/ega)
Pernahkah Ada Manusia yang Benar-Benar Ditelan Paus?
2026-01-12 22:56:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:56
| 2026-01-12 22:10
| 2026-01-12 21:39
| 2026-01-12 21:04
| 2026-01-12 20:55










































