Menteri Wakaf Suriah Datang Temui Jusuf Kalla, Sebut Sebagai Salah Satu Sosok Perdamaian Dunia

2026-01-31 03:05:41
Menteri Wakaf Suriah Datang Temui Jusuf Kalla, Sebut Sebagai Salah Satu Sosok Perdamaian Dunia
Jakarta Menteri Wakaf Suriah Dr. Muhammad Abu Khoiri Syukri menemui Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla alias JK dalam rangka silaturahim dan saling tukar pengalaman di Jakarta, Sabtu . Pada kesempatan tersebut, JK didampingi oleh Hamid Awaludin bersama Ketua DMI bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Anizar Masyhadi. Sementara Menteri Wakaf Suriah didampingi Mufti Damaskus Abdul Fattah Bizm dan Syaikh Muhammad Rajab Dieb.Jusuf Kalla menyambut baik pemerintahan baru Suriah dibawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al Sharaa, seraya berdoa agar Suriah kembali damai dan maju. JK menyampaikan, jika apa yang terjadi di Suriah pada rezim yang lama adalah adanya ketidakadilan dan sikap diktator dari rezim.AdvertisementJK mendorong tercapainya perdamaian yang sempurna di Suriah dan rekonsiliasi dalam negeri, karena merupakan faktor penentu dalam membangun negara yang kuat dan maju. Sebelumnya, Menteri Wakaf Suriah disebut sudah lebih dulu bertemu dengan Menteri Agama RI, lalu berkunjung ke PBNU, PP Muhammadiyah, MUI, UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, kemudian melaksanakan sholat Jumat di Istiqlal, serta berkunjung ke Ponpes Tazakka Batang Jateng.Rangkaian kegiatan tersebut merupakan cermin dan jendela keberagaman kelompok ormas Islam dan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Menurut JK, Indonesia melalui Presiden Prabowo telah mengambil langkah strategis dalam peran global dan perdamain dunia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-31 02:00