- Ada kabar baik dari Jalur Gaza setelah dua tahun dihantam serangan Israel. Salah satu kampus di wilayah tersebut, Universitas Al-Azhar Gaza, mulai kembali membuka kegiatan belajar mengajar.Pihak kampus bersama para mahasiswa bertekad menjaga agar perang tidak menghapus masa depan satu generasi.Padahal, sebelum 7 Oktober 2023, Gaza memiliki 17 institusi pendidikan tinggi dengan ratusan bangunan. Namun, lebih dari 100 gedung universitas hancur dan sekitar 200 pegawai kampus tewas sepanjang perang.Skala kehancuran itu sempat memunculkan keraguan apakah pendidikan tinggi dapat kembali berjalan di Gaza.Baca juga: Bayi Perempuan di Gaza Diberi Nama Singapore, Sang Ayah Ungkap AlasannyaUniversitas Al-Azhar Gaza kini membuka kampus sementara dan kembali menggelar perkuliahan tatap muka.Dalam laporan ABC News, Rabu , ruang kelas mereka tampak rusak dan berbagai fasilitas darurat dipakai untuk mendukung pembelajaran.Kondisi itu menggambarkan krisis yang terjadi, namun sekaligus menunjukkan keteguhan para mahasiswa.Wakil Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Muhammad Shubeir, mengatakan kampus memilih kembali dibuka karena kebutuhan mendesak dan rasa tanggung jawab.“Selama perang kami mengajar secara daring. Staf bekerja dari lokasi berbahaya demi mendapat akses internet satelit. Kami menghadapi banyak risiko, tetapi bersyukur bisa bertahan hingga perang berakhir,” ujar Shubeir.Begitu situasi memungkinkan, pihak universitas memulai pemulihan dan menggelar kelas tatap muka, meski salah satu kampus terbesarnya telah rata dengan tanah.Kampus itu berada di kawasan Al Zahra, yang selama perang berubah menjadi Koridor Netzarim, yakni area strategis yang menjadi salah satu titik paling terdampak.“Meskipun kami kehilangan banyak hal, terutama kampus baru yang menaungi lima fakultas, kami akan memulai kembali secara bertahap dan sukarela,” katanya.Baca juga: Israel Tewaskan 97 Warga Gaza Selama Gencatan Senjata, Termasuk 11 Orang Sekeluarga di Mobil TerbukaShubeir menegaskan, universitas tidak terlibat dalam konflik apa pun. Ia mengingat percakapannya dengan seorang perwira intelijen Israel yang memerintahkan evakuasi kampus Zahra.“Universitas Al-Azhar adalah lembaga akademik yang memperjuangkan budaya damai dan saling menghormati,” ujarnya.Ia sempat memperingatkan bahwa menyerang institusi pendidikan melanggar Konvensi Jenewa Keempat. Meski begitu, kampus tetap dihancurkan.
(prf/ega)
Kabar Baik, Universitas Al-Azhar Gaza Kembali Dibuka Berkat Tekad Para Mahasiswa
2026-01-11 22:10:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 22:41
| 2026-01-11 22:03
| 2026-01-11 21:11
| 2026-01-11 20:42










































