Bitcoin Tertekan, Investor Lama Terus Lepas Kepemilikan

2026-01-12 14:31:52
Bitcoin Tertekan, Investor Lama Terus Lepas Kepemilikan
- Tekanan di pasar kripto terus berlanjut seiring investor lama Bitcoin masih melakukan aksi jual. Kondisi ini mulai berdampak nyata pada pergerakan harga aset kripto terbesar di dunia tersebut.Dikutip dari Bloomberg, Kamis , lebih dari dua bulan setelah mencetak rekor di atas 126.000 dollar AS, harga Bitcoin telah turun hampir 30 persen dan kesulitan menemukan level penopang. Salah satu penyebabnya adalah aksi jual berkelanjutan dari pemegang jangka panjang.Data blockchain terbaru menunjukkan koin yang disimpan selama bertahun-tahun dilepas dengan laju tercepat dalam beberapa waktu terakhir. Pada saat yang sama, kemampuan pasar untuk menyerap pasokan tersebut semakin melemah.Baca juga: Bitcoin Menguat, Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus 2,97 Triliun Dollar ASLaporan K33 Research mencatat, jumlah Bitcoin yang tidak berpindah selama setidaknya dua tahun turun sebanyak 1,6 juta koin sejak awal 2023, atau setara sekitar 140 miliar dollar AS. Data tersebut mengindikasikan penjualan berkelanjutan oleh investor jangka panjang.Sepanjang 2025, hampir 300 miliar dollar AS Bitcoin yang sebelumnya tidak aktif selama lebih dari satu tahun kembali beredar.CryptoQuant melaporkan, 30 hari terakhir mencatat salah satu distribusi terbesar dari pemegang jangka panjang dalam lebih dari lima tahun.“Pasar mengalami penurunan perlahan yang ditandai dengan penjualan spot secara stabil di tengah likuiditas beli yang tipis, sehingga menciptakan penurunan bertahap yang lebih sulit dibalikkan dibandingkan peristiwa likuidasi berbasis leverage,” ujar Direktur Riset Ergonia, Chris Newhouse.Baca juga: Sentimen Risk-Off Tekan Harga Bitcoin, Ini SebabnyaSelama sebagian besar tahun lalu, tekanan jual masih mampu diserap oleh permintaan dari exchange-traded fund (ETF) kripto dan perusahaan investasi kripto. Namun, permintaan tersebut kini melemah.Arus dana ETF berbalik negatif, volume perdagangan derivatif menurun, dan partisipasi ritel menyusut. Pasokan yang sama kini masuk ke pasar dengan jumlah pembeli yang lebih terbatas.Tekanan terbesar terjadi sejak 10 Oktober, ketika likuidasi senilai 19 miliar dollar AS tercatat setelah pernyataan tak terduga Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif hukuman. Peristiwa tersebut menjadi likuidasi leverage harian terbesar dalam sejarah kripto.Sejak itu, pelaku pasar menarik diri dari perdagangan derivatif tanpa tanda pemulihan yang jelas.Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Turun ke Kisaran 86.000 Dollar AS, Pasar Khawatir Prospek MakroBitcoin sempat naik singkat ke level 90.000 dollar AS pada Rabu, yang dikaitkan dengan likuidasi posisi jual. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama.Harga Bitcoin kembali melemah hingga turun 2,8 persen ke level 85.278 dollar AS, mendekati batas bawah kisaran perdagangan pascakrisis Oktober.Analis Senior K33 Research, Vetle Lunde, menilai reaktivasi pasokan Bitcoin kali ini berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.“Tidak seperti siklus sebelumnya, reaktivasi ini tidak didorong oleh perdagangan altcoin atau insentif protokol, melainkan oleh likuiditas dari ETF AS dan permintaan treasury, yang memungkinkan investor awal merealisasikan keuntungan pada harga enam digit dan mengurangi konsentrasi kepemilikan,” ujar Lunde.Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Melemah, Turun ke Kisaran 88.140 Dollar AS


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-12 14:20