AS Sita Kapal Tanker Minyak di Wilayahnya, Venezuela: Pencurian Terang-terangan

2026-01-13 01:51:56
AS Sita Kapal Tanker Minyak di Wilayahnya, Venezuela: Pencurian Terang-terangan
CARACAS, - Pemerintah Venezuela merespons keras penyitaan kapal tanker minyak yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat pada Rabu ."Penyitaan itu merupakan pencurian terang-terangan dan tindakan pembajakan internasional," bunyi pernyataan pemerintah, dikutip dari The Guardian.Menurut pemerintah, tindakan itu memperkuat motif AS menekan Venezuela untuk mengambil sumber daya alam.Baca juga: AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Ketegangan Semakin Meningkat"Dalam keadaan ini, alasan sebenarnya dari agresi berkepanjangan terhadap Venezuela akhirnya terungkap," ujar pemerintah."Ini selalu tentang sumber daya alam kita, minyak kita, energi kita, sumber daya yang secara eksklusif milik rakyat Venezuela," sambungnya.Sementara itu, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dalam rapat umum di Caracas mendesak warga untuk bertindak seperti pejuang.Ia berharap warganya siap untuk menghancurkan kekuatan AS jika diperlukan.Baca juga: Ketegangan Memuncak, Jet Tempur AS Mondar-Mandir Dekat VenezuelaSebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada Rabu .Tindakan ini membuat hubungan kedua negara semakin memanas."Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela, sebuah kapal tanker besar, sangat besar sebenarnya, yang terbesar yang pernah disita," kata Trump di Gedung Putih, dikutip dari AFP."Hal-hal lain juga sedang terjadi, jadi Anda akan melihatnya nanti dan Anda akan membicarakannya nanti dengan beberapa orang lain," sambungnya.Jaksa Agung AS, Pam Bondi kemudian mengunggah rekaman video detik-detik penyitaan tersebut di media sosial X.Video buram berdurasi 45 detik itu menunjukkan pasukan AS mendarat di kapal tanker dari helikopter.Dalam pernyataannya, Bondi menyebut kapal tanker itu telah dikenai sanksi oleh AS selama bertahun-tahun karena keterlibatannya dalam jaringan pengiriman minyak ilegal yang mendukung organisasi teroris asing.Baca juga: Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Baru Seiring Meningkatnya Tekanan Militer ASTiga pejabat AS menuturkan, operasi tersebut dipimpin oleh Penjaga Pantai AS, sebagaimana diberitakan Reuters. Namun, mereka tidak menyebutkan nama kapal tanker tersebut, bendera negara mana yang dikibarkan, atau lokasi tepat terjadinya pencegahan tersebut.Kendati demikian, sebuah kelompok manajemen risiko maritim di Inggris, Vanguard mengatakan, kapal tanker Skipper diyakini menjadi target penyitaan ini.Sebab, AS telah menjatuhkan sanksi pada kapal tanker tersebut karena diklaim terlibat dalam perdagangan minyak Iran ketika kapal itu masih bernama Adisa.Menurut laman pelacakan kapal TankerTrackers.com, Skipper meninggalkan pelabuhan minyak utama Venezuela di Jose sekitar 4-5 Desember setelah memuat minyak mentah berat Merey Venezuela.


(prf/ega)

Berita Lainnya