Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak kembali ke Tanah Air dari Sydney, Australia, pada Rabu malam. Keberangkatan ini menandai berakhirnya kunjungan kenegaraan Prabowo di Australia yang berlangsung sepanjang hari.Dari Bandar Udara Sydney Kingsford Smith, Sydney, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo dan rombongan lepas landas menuju Jakarta sekitar pukul 21.45 waktu setempat. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Tampak melepas keberangkatan Prabowo di bawah tangga pesawat yaitu Menteri Usaha Kecil Australia Anne Aly, Honourary Aide-de-Camp Brigadier Phil Bridie, Kepala Protokol Persemakmuran Arthur Spyrou, Deputy Secretary International and Security Kendra Morony, Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Rod Brazier, dan Deputi Kepala Protokol New South Wales, Premier’s Department Karina Cameron.AdvertisementSementera dari pihak Indonesia, Kepala Negara dilepas oleh Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono dan Atase Pertahanan RI Canberra Laksamana TNI Yusliandi Ginting.Selama berada di Sydney, Prabowo melaksanakan sejumlah agenda penting, antara lain pertemuan _tête-à-tête_ dengan Perdana Menteri Anthony Albanese di Kirribilli House, upacara penyambutan kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Sam Mostyn di Admiralty House.Kemudian, Prabowo melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating, peninjauan dan keterangan pers bersama PM Albanese di Kapal HMAS Canberra di Garden Island Naval Base, serta makan malam privat dengan PM Albanese.Sebelumnya, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese di Sydney, Rabu menghasilkan perjanjian bilateral baru di bidang keamanan antara Indonesia-Australia. Perjanjian itu telah selesai disepakati dan rencananya akan diteken kedua negara pada Januari 2026."Pemerintah Australia dan Indonesia baru saja menyelesaikan negosiasi substansial mengenai perjanjian bilateral baru tentang keamanan bersama kita," kata PM Albanese saat menyampaikan pernyataan pers bersama usai pertemuan dengan Prabowo di Kapal HMAS Canberra, Australia, Selasa .Dia menyampaikan hubungan Australia-Indonesia didasarkan pada persahabatan, kepercayaan, saling menghormati, dan komitmen bersama terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan. PM Albanese menyebut perjanjian tersebut menandai era baru hubungan Indonesia-Australia."Perjanjian ini merupakan pengakuan dari kedua negara kita bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas tersebut adalah dengan bertindak bersama," ujarnya.Adapun perjanjian keamanan Indonesia-Australia sebelumnya diteken pada era pemerintahan Presiden kedua RI Soeharto atau 30 tahun lalu. Perjanjian ini akan dibangun berdasarkan Perjanjian Lombok 2006 yang menegaskan kembali integritas dan kedaulatan wilayah Indonesia."Perjanjian ini juga dibangun berdasarkan perjanjian kerja sama pertahanan yang kita tandatangani bersama tahun lalu," ucap PM Albanese.
(prf/ega)
Dikawal Para Pejabat Penting Australia, Prabowo Bertolak Kembali ke Tanah Air
2026-01-12 04:54:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 04:24
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:46










































