Layanan Prima Pospam Nataru Polres Kuansing: Rest Area hingga Bengkel Gratis

2026-02-03 00:47:18
Layanan Prima Pospam Nataru Polres Kuansing: Rest Area hingga Bengkel Gratis
Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak menyurutkan semangat personel Polres Kuansing. Para petugas tetap siaga memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dan pemudik dalam rangka Operasi Lilin Lancang Kuning 2025.Guna memastikan kesiapan di lapangan, Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, di antaranya Pospam Cerano dan Pospam Kasang di Kecamatan Kuantan Mudik.Dalam kunjungannya, Minggu (28/12/2025), Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme dan sisi humanis dalam melayani masyarakat yang sedang melakukan perjalanan libur akhir tahun."Petugas di Pospam harus memberikan pelayanan terbaik dengan sikap sopan, ramah, dan humanis. Kehadiran Polri beserta instansi terkait harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah cuaca yang kurang bersahabat ini," ujar AKBP Ricky Pratidiningrat.Pos Pengamanan Nataru di wilayah Kuansing tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai layanan unggulan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik, antara lai, bengkel gratis yang menyediakan mekanik dan perbaikan ringan untuk kendaraan pemudik guna mencegah kecelakaan akibat kendala teknis di jalanan yang licin.Selain itu, Pospam Nataru juga menyiapkan posko kesehatan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi dan penumpang untuk memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan. Masyarakat juga bisa beristirahat di rest area yang telah disediakan Polres Kuansing di beberapa pospam.Selain fokus pada jalur mudik, Polres Kuansing bersama tim gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan juga memperketat pengamanan di sejumlah objek wisata. Patroli skala besar turut dilakukan pada malam hari, menyasar titik-titik keramaian seperti Tugu Cerano untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Kapolres mengimbau kepada seluruh pemudik agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyarankan masyarakat untuk segera mencari tempat berteduh yang aman jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah."Sinergi lintas instansi adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami dari Polres Kuansing siap hadir 24 jam untuk melayani masyarakat dengan maksimal hingga Operasi Lilin ini berakhir pada 2 Januari 2026 mendatang," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 23:00