TOKYO, - Pendiri SoftBank Group Masayoshi Son mengubah struktur kepemilikan sahamnya di konglomerasi tersebut.Sebagian besar kekayaan pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, yang diperkirakan mencapai 35,3 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 587,8 triliun (asumsi kurs Rp 16.654 per dollar AS) berasal dari kepemilikan saham lebih dari sepertiga di SoftBank, konglomerat teknologi yang tercatat di Bursa Tokyo.Dikutip dari The Japan Times, Senin , SoftBank menjadi pusat kerajaan investasi global Son, dengan portofolio yang mencakup produsen chip hingga perusahaan rintisan teknologi.Baca juga: Geser Bos Uniqlo, Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di JepangWIKIMEDIA COMMONS/NOBIHAYA Masayoshi Son, pendiri SoftBank Group.Sepanjang 2025, saham SoftBank mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya euforia terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Saham SoftBank melonjak hampir 200 persen hingga mencapai puncaknya pada akhir Oktober 2025.Meski dalam beberapa waktu terakhir sebagian kenaikan itu terkoreksi akibat kekhawatiran akan terbentuknya gelembung atau bubble di sektor AI, kinerja saham SoftBank masih mengarah pada kenaikan tahunan terbesar sejak 2013.Di tengah lonjakan harga saham tersebut, struktur kepemilikan saham Son mengalami perubahan.Baca juga: Lirik OpenAI, SoftBank Lepas Saham di Nvidia Senilai Rp 97,3 TriliunBerdasarkan dokumen pengajuan terbaru, sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Singapura dan pada akhirnya dikendalikan oleh Son kini memegang saham SoftBank senilai sekitar 1,1 miliar dollar AS.Sebelumnya, pengelolaan saham tersebut dilakukan melalui entitas yang berbasis di Jepang.Masayoshi Son secara historis menggunakan saham SoftBank sebagai jaminan pinjaman dari sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk Mizuho Financial Group, Deutsche Bank, dan Julius Baer Group.Selain itu, Son juga dikenal kerap memindahkan kepemilikan saham di antara berbagai entitas yang berada di bawah kendalinya.
(prf/ega)
Masayoshi Son Ubah Skema Kepemilikan Saham SoftBank di Tengah Lonjakan Harga
2026-01-12 08:48:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:41
| 2026-01-12 08:19
| 2026-01-12 08:10
| 2026-01-12 08:08
| 2026-01-12 06:44










































