Bulog Ditarget Serap 4 Juta Ton Beras pada 2026, 100 Gudang Baru Disiapkan

2026-01-12 03:23:42
Bulog Ditarget Serap 4 Juta Ton Beras pada 2026, 100 Gudang Baru Disiapkan
JAKARTA, - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan serapan beras Perum Bulog mencapai hingga 4 juta ton pada 2026.Target ini disampaikan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan Bulog harus menyerap beras petani minimal 3 juta ton dan idealnya 4 juta ton.“Kira-kira target minimal 3 juta ton, kalau bisa 4 juta ton dan petani harus aman,” ujar Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat .Baca juga: Dapat Anggaran Rp 5 T, Bulog Bakal Bangun 100 Gudang di Daerah 3TKementan memperkirakan stok beras mencapai 3 juta ton pada Desember 2025 hingga Januari 2026.Kebutuhan penyerapan selama Februari hingga April diperkirakan sekitar 3 juta ton. Total ketersediaan beras diproyeksikan mencapai 6 juta ton.Amran menyebut kesiapan gudang Bulog menjadi tantangan terbesar. Kapasitas gudang dianggap belum memadai.Pemerintah sebelumnya menyewa gudang milik swasta dengan kapasitas sekitar 1,2 juta ton. Kondisi ini menjadi alasan percepatan pembangunan gudang baru agar penyimpanan komoditas strategis tidak bergantung pada swasta.Bulog menargetkan pembangunan 100 gudang baru pada 2026. Pembangunan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran besar untuk memperkuat cadangan pangan nasional.Baca juga: Bapanas Ungkap 29,9 Ton Beras Menumpuk di Gudang Bulog, Alami Penurunan MutuDirektur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menilai pembangunan gudang di wilayah 3T sangat mendesak.Daerah tersebut kerap mengalami gangguan pasokan pangan ketika akses transportasi terganggu oleh cuaca. Banyak wilayah 3T tidak memiliki fasilitas penyimpanan memadai sehingga pasokan mudah terputus.“Gudang yang kita bangun itu terutama di 3T dulu: terdepan, terluar, dan terpencil. Daerah jauh itu kasihan, seperti saudara-saudara di Pulau Rote dan lainnya yang tidak ada gudang,” kata Rizal di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu .


(prf/ega)