Pengusaha Mebel Jajaki Pembelian Mesin Asal China

2026-01-12 04:23:25
Pengusaha Mebel Jajaki Pembelian Mesin Asal China
JAKARTA, - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong peningkatan daya saing industri mebel dan kerajinan nasional melalui pembelian mesin produksi asal produsen China.Hal itu memungkinkan HIMKI memperoleh mesin berteknologi modern dengan harga yang lebih terjangkau.Langkah tersebut mengemuka seiring partisipasi HIMKI dalam The 25th China Shunde (Lunjiao) International Woodworking Machinery and Furniture Raw Materials Exhibition yang digelar di Lunjiao, China, pada 12-15 Desember 2025.Pameran itu menjadi ajang strategis bagi pelaku industri mebel Indonesia untuk menjajaki langsung teknologi mesin terbaru sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan produsen dari China.Baca juga: Harga Murah China dan Akses Dagang Vietnam Bikin Industri Mebel TertekanWakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga HIMKI, Heru Prasetyo, mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur, termasuk mebel dan kerajinan, sangat ditentukan oleh ketersediaan mesin modern dan berteknologi tinggi.Menurutnya, pameran internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi teknologi, tetapi juga sarana pembelajaran dan penjajakan kerja sama konkret bagi pelaku industri dalam negeri.“Secara ideal, pertumbuhan industri manufaktur sangat ditentukan oleh dukungan mesin-mesin modern dan berteknologi tinggi. Pameran ini menjadi sarana pembelajaran yang penting karena melibatkan perusahaan dan pelaku industri dari berbagai negara,” ujar Heru lewat keterangan pers, Minggu .HIMKI tengah menjajaki kerja sama dengan produsen mesin di China untuk membuka skema pembelian mesin secara kolektif bagi anggota.  “Kerja sama pembelian mesin dari anggota HIMKI dengan harga lebih murah,” paparnya.Partisipasi HIMKI dalam pameran tersebut dihadiri oleh delegasi berjumlah 21 orang yang dipimpin langsung oleh Heru Prasetyo.Rangkaian kegiatan diawali dengan opening ceremony, dilanjutkan dengan tur pameran bersama panitia penyelenggara, serta eksplorasi mandiri ke berbagai booth yang menampilkan mesin produksi, bahan baku, hingga teknologi pendukung industri pengolahan kayu dan furniture.Tim inti delegasi HIMKI yang terdiri dari Heru Prasetyo, Tjut Diah Meulany, Fithrianti Abdullah, dan Gita Asmalda Patty juga melakukan observasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pameran.Pengamatan mencakup tata kelola operasional, konsep penataan area, alur pengunjung, hingga program pendukung pameran.Hasil observasi tersebut akan menjadi bahan strategis bagi HIMKI dalam menyiapkan penyelenggaraan Indowood Expo 2026 di Indonesia.Pameran tersebut direncanakan digelar melalui kerja sama HIMKI dengan Dyandra Promosindo dan Pablo Publishing, serta melibatkan produsen mesin internasional sebagai mitra untuk mendukung transformasi dan efisiensi industri mebel dan kerajinan nasional.“Kerja sama antara produsen mesin di China dengan HIMKI untuk menyukseskan penyelenggaraan pameran Indowood Expo 2026 di Indonesia,” paparnya.Baca juga: Industri Mebel Dihantam Pelemahan Rupiah dan Tarif Impor


(prf/ega)