Bobby Nasution: Kerugian Bencana di Sumut Sudah Lebih Rp 17 Triliun

2026-02-04 14:25:51
Bobby Nasution: Kerugian Bencana di Sumut Sudah Lebih Rp 17 Triliun
MEDAN, - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut kerugian akibat bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya terus bertambah dan kini telah menembus angka Rp 17 triliun.“Update minggu lalu Rp 12 triliun, sekarang kita hitung sudah lebih Rp 17 triliun,” kata Bobby saat diwawancarai di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin .Bobby menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi juga berdampak luas pada sektor pertanian dan fasilitas publik.“Ada sawah terdampak, ada yang gagal panen, ada jembatan putus, sekolah, rumah sakit,” ucap Bobby.Baca juga: Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar BiasaIa menyebutkan, kerusakan fasilitas kesehatan juga turut memperbesar nilai kerugian karena bukan hanya bangunan yang terdampak, tetapi juga peralatan medis.“Nah, rumah sakit mungkin bukan hanya bangunannya. Alat kesehatanya yang terendam segala macam dihitung lebih dari 17 triliun,” tambahnya.Sebelumnya, Bobby mengungkapkan estimasi awal kerugian akibat banjir bandang dan longsor di Sumut mencapai Rp 9,98 triliun. Angka tersebut mencakup kerusakan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga pendidikan.“Estimasi kerugian sampai dengan hari ini ya, karena masih ada yang belum terhitung, itu kurang lebih ada Rp 9,98 triliun. Baik rumah, jalan, dam lahan pertanian, semuanya,” ujar Bobby saat memberikan keterangan di Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Minggu .Adapun rincian kerusakan meliputi 23 ruas jalan nasional dan 3 unit jembatan nasional, serta 25 ruas jalan dan 5 unit jembatan provinsi.Di sektor pertanian, tercatat 4.359 meter saluran irigasi rusak, 26 titik tanggul jebol, dan 38.878 hektar lahan pertanian terdampak, dengan 5.750 hektar di antaranya mengalami puso.Sektor perkebunan juga terdampak seluas 28.328 hektar, sementara sektor peternakan kehilangan 161.949 ekor hewan.Dari sektor pendidikan, sebanyak 397 sekolah mengalami kerusakan yang terdiri dari SMA, SMK, SLB, SD, dan SMP. Sementara di sektor kesehatan, tercatat 18 unit rumah sakit, 25 unit puskesmas, 19 unit puskesmas pembantu, dan 9 unit polindes terdampak bencana.Selain itu, sekitar 99.169 unit rumah dan lebih dari 131 rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.Bobby menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.“Kami dari pemprov akan berupaya penuh terus mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut,” kata Bobby.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-02-04 12:34