KEBUMEN, – Bencana tanah gerak yang terjadi di Dukuh Gilar, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, tidak hanya merusak infrastruktur jalan.Kondisi ini juga mengancam 13 rumah warga yang berada di sekitar lokasi.Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen, rumah-rumah yang terancam terdiri dari 4 rumah di bagian atas tebing dan 9 rumah di bagian bawah area tanah yang amblas."Seluruh rumah tersebut masuk dalam zona rawan terdampak jika terjadi longsor susulan," kata Heri pada Senin .Baca juga: Jalan di Clapar Kebumen Amblas 25 Meter Akibat Tanah Gerak, Akses Roda 4 TerputusSebelumnya, gejala awal tanah gerak di desa ini berupa retakan tanah telah terpantau sejak 1 Desember 2025.Pada Sabtu, 6 Desember 2025, hujan deras yang mengguyur wilayah Karanggayam memperparah kondisi tanah hingga memicu pergerakan tanah dan amblas.Sementara ini, belum ada laporan rumah yang mengalami kerusakan berat.BPBD menyatakan bahwa kondisi tanah di sekitar permukiman masih sangat labil dan rawan bergerak kembali, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi turun.“Warga telah kami imbau untuk selalu waspada dan segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan deras terjadi atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan,” kata Heri.Baca juga: Diterjang Hujan Deras, Longsor Nyaris Seret Rumah Warga di Padureso Kebumen Saat ini, pemantauan terus dilakukan oleh pemerintah desa bersama warga setempat.Warga juga diminta untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area retakan dan amblesan demi keselamatan.Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Namun, potensi kerugian lebih besar masih mengintai apabila tidak segera dilakukan penanganan lanjutan terhadap kondisi tanah yang belum stabil.Diberitakan sebelumnya, akses jalan desa yang menjadi penghubung antara Dukuh Gilar dan Dukuh Karangsari, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, mengalami kerusakan akibat tanah gerak.Badan jalan amblas sepanjang 25 meter setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu, 6 Desember 2025.Baca juga: Dilaporkan Hilang, Ibu dan Anak asal Kebumen Ternyata Berada di LamonganTak hanya jalan, talud penahan tanah setinggi 2 meter dengan panjang sekitar 6 meter juga ikut mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.Akibat tanah amblas ini, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sementara kendaraan roda dua masih dapat melalui jalur tersebut dengan sangat terbatas.“Untuk sementara, jalan masih bisa dilewati sepeda motor, tetapi kondisinya rawan. Warga diminta ekstra hati-hati, terutama saat hujan,” kata Heri.
(prf/ega)
Tak Hanya Merusak Jalan, Tanah Gerak di Karanggayam Kebumen Juga Ancam 13 Rumah Warga
2026-01-12 07:25:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:59
| 2026-01-12 06:49
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 05:36










































