Warga Ungkap Kondisi Sungai Aek Godang: Sekarang Menyerupai Daratan, Padahal Sebelumnya Dalam

2026-01-12 07:03:45
Warga Ungkap Kondisi Sungai Aek Godang: Sekarang Menyerupai Daratan, Padahal Sebelumnya Dalam
- Kondisi Sungai Aek Godang di Sibolga Julu, Sumatera Utara, kini mengalami pendangkalan setelah kawasan hulu diterjang longsor pada akhir pekan sebelumnya, Jumat .Situasi tersebut membuat aliran air lebih mudah meluap ke wilayah tempat tinggal warga setiap kali hujan turun.Akibatnya, ratusan warga sempat mengungsi karena khawatir banjir susulan serta pergeseran material longsor kembali terjadi.Masyarakat pun berharap adanya upaya normalisasi aliran sungai sebagai langkah pencegahan bencana mendatang.Baca juga: Desa di Sumatera Berubah Jadi Sungai, Kaki Warga Kerap Tertabrak Gelondongan KayuDilansir dari Antara, dari pemantauan di Sibolga Julu pada Sabtu , permukaan air di Sungai Aek Godang terlihat menyusut hingga hanya mencapai setinggi betis orang dewasa. Endapan pasir, batuan, serta kayu yang terbawa arus terakumulasi di dasar sungai hingga mengubah arah serta bentuk aliran air.Daerah sempadan sungai tampak lebih lebar dibanding aliran yang tersisa, sementara bagian tengah alur kini menyerupai daratan baru akibat timbunan material longsor di dasar sungai.Baca juga: Ratusan Desa di Sumatera Terdampak Banjir, Beberapa Lenyap Berubah Jadi Aliran SungaiSonia, warga Sibolga Julu yang ditemui di lokasi, membenarkan perubahan kondisi tersebut.Ia menuturkan, hujan dengan intensitas tinggi pada 25–27 November 2025 telah menyebabkan peningkatan debit air yang membawa material longsoran dari daerah perbukitan menuju hilir.Menurutnya, material itu kemudian terbawa hingga ke area permukiman bagian bawah dan menimbun sebagian besar dasar aliran.“Sekarang sungai sudah menyerupai daratan dan bisa diseberangi warga dengan jalan kaki. Padahal sebelum peristiwa itu alirannya dalam,” kata Sonia.Ia menjelaskan bahwa penumpukan material tersebut memicu pendangkalan sehingga saat hujan, air dengan cepat meluap.Hal itu sempat menimbulkan banjir yang menutup badan jalan raya dan menggenangi sejumlah rumah di kawasan sekitar Sungai Aek Godang pada jalur Sibolga–Tapanuli Tengah.Beberapa warga harus mengungsi selama beberapa hari ke Aula Gereja HKBP Sibolga Julu di Kelurahan Angin Nauli.Mereka memilih meninggalkan rumah sementara waktu karena takut banjir susulan maupun longsor baru dari area perbukitan.BPBD Sibolga mencatat sekitar 700 warga mengungsi ke aula gereja selama masa tanggap darurat tersebut.Meski begitu, pada hari ke-12 pascabencana, sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah setelah cuaca membaik dan debit air menurun secara bertahap.“Mereka sekarang pulang dan mulai membersihkan rumah masing-masing,” ujar Sonia.Ia pun berharap normalisasi sungai bisa segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.


(prf/ega)