TNI dan Polisi Ikut Transmigrasi, Wamentrans Viva Yoga: Sudah Ada Dari Sejak Dahulu

2026-01-11 20:06:52
TNI dan Polisi Ikut Transmigrasi, Wamentrans Viva Yoga: Sudah Ada Dari Sejak Dahulu
- Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, pelaksanaan program transmigrasi yang melibatkan TNI dari berbagai matra dan kepolisian sudah ada dari sejak dahulu.“Sekarang kita buka kembali bagi anggota TNI dan Kepolisian untuk mengikuti Transmigrasi Lokal maupun Transmigrasi Karya Nusa," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin .Hal tersebut dikatakan saat membuka pelatihan bagi 75 calon transmigran (catrans) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta, di Sleman, Sabtu .Dalam pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut, teracatat ada lima peserta di antaranya merupakan anggota TNI AD. Lima anggota TNI AD aktif tersebut nantinya akan ditempatkan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Di antara lima anggota itu, salah satunya adalah Jabir yang menjadi Komando Rayon Militer (Danramil).Baca juga: Bertemu Bupati Gorontalo Utara, Wamentrans Viva Yoga Dorong Sumalata Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Sentra Tanaman PanganIa mengatakan, membuka kesempatan transmigran dari kalangan TNI dan Kepolisian sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya Prabowo mengamanatkan salah satu tujuan transmigrasi untuk menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Wamen Viva Yoga Mauladi meneggaskan, menjadi transmigran adalah suatu pilihan dan sukarela serta tidak ada paksaan.Sebagai catrans mereka harus yakin bahwa perubahan nasib ada di tangan sendiri. Dengan begitu, saat ditempatkan di kawasan transmigrasi jangan sampai ada yang tidak betah dan akhirnya pulang kampung.“Sebagai transmigran perlu perjuangan dan pengorbanan”, tegasnya kepada kepada 75 catrans.Lebih lanjut, ia mengatakan, berada di kawasan transmigrasi tidak seperti hidup di kota. Merintis hidup di kawasan transmigrasi pun tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus ada kesabaran untuk menjalani kehidupan di sana."Banyak transmigran setelah menjalani hidup akhirnya nasibnya berubah. Usaha tidak mengkhianati hasil. Siapa yang mau bekerja keras, dia yang akan memetik sukses”, tuturnya.Baca juga: Akademisi Undip Dorong 3 Pilar Transformasi Transmigrasi untuk Percepatan Pembangunan DaerahWamen Viva Yoga mengatakan, program transmigrasi menjadi salah satu  jalan untuk mengentaskan kemiskinan. Mereka ayng mengikuti program ini akan diberi lahan seluas 1-2 hektar (ha).“Ini bentuk kehadiran negara dalam bentuk reforma agraria”, ujarnya.Lahan yang diberikan kepada mereka, didorong tidak hanya sebagai pemukiman. Namun juga sebagai sumber ekonomi. Untuk itu, mereka harus meneguhkan tekad berada di tempat tinggal yang baru untuk mengubah nasibnya.Viva Yoga mengatakan transmigrasi bukan hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga sebagai jalan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.Dengan adanya komunitas masyarakat di suatu daerah yang terpencil, diharapkan bisa menggerakan ekonomi. Ia mengatakan, berdasarkan fakta yang ada, kawasan transmigrasi itu berkembang menjadi desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.“Kawasan transmigrasi tidak hanya tumbuh mejadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi dari sana juga pendukung program swasembada pangan. Kawasan transmigrasi selama ini menjadi sentra tanaman pangan, terutama beras”, ujar mantan Anggota DPR selama dua periode itu. 


(prf/ega)