116 Personel Gabungan Jaga Perayaan Natal di Gereja Immanuel Gambir

2026-01-15 02:04:44
116 Personel Gabungan Jaga Perayaan Natal di Gereja Immanuel Gambir
JAKARTA, - Sebanyak 116 personel gabungan menjaga jalannya perayaan Natal di GPIB Immanuel Jakarta di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis ."Personel gabungan Polri, TNI, ormas, dan unsur terkait lainnya," tutur Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R Respati saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.Berdasarkan pantauan di lokasi, personel gabungan tersebut sudah mulai apel di halaman belakang gereja sekitar pukul 07.10 WIB.Apel itu dihadiri oleh para anggota polisi, TNI, anggota ormas dari Pemuda Pancasila (PP), hingga siswa dan siswi yang mengenakan pakaian pramuka.Baca juga: Menko Polkam, Panglima TNI, hingga Kapolri Cek Gereja Katedral dan ImmanuelSiswa dan siswi tersebut akan membantu kelancaran ibadah Natal di GPIB Immanuel.Mereka akan mengarahkan dan memberikan informasi kepada jemaat yang datang apabila mengalami kebingungan.Setelah melaksanakan apel, para personel gabungan tersebut langsung mengambil posisi masing-masing.Ada yang berjaga di area belakang gereja, depan gereja atau seberang Stasiun Gambir, dan juga area dalam rumah ibadah ini.Baca juga: Melihat Suasana Gereja Katedral Jakarta Jelang Misa Natal Pontifikal 2025...Sejauh ini, ibadah Natal di GPIB Immanuel belum dimulai, namun satu per satu jemaat mulai berdatangan dan memadati area dalam gereja.Ibadah misa pagi pertama yang akan digelar di gereja ini sekitar pukul 09.00 WIB yang akan dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta Pendeta Abraham Ruben Persang dengan mengusung tema 'Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan'.Tak hanya disaksikan secara langsung, ibadah di GPIB Immanuel Jakarta ini juga bisa disaksikan secara daring lewat YouTube GPIB Immanuel Jakarta.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 02:08