JAKARTA, - 2.600 hunian tetap (huntap) akan dibangun untuk korban banjir Pulau Sumatera menggunakaan pendanaan non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Hal ini disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam Rapat Kabinet di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Senin ."Saya laporkan, 2.000 yang sudah siap hunian tetap yang dibiayai non-APBN. Tadi malam ada tambah 500, tadi pagi 100, jadi terkumpul untuk 2.600," kata Ara, sapaan Menteri PKP.Baca juga: Update Hunian Sementara yang Akan Dibangun di Sumut 514 UnitIa mengatakan, 2.600 huntap tersebut dibidik untuk mulai dibangun pada bulan Desember 2025 ini."Kalau boleh arahan, sebelum ada lembaga siapa yang nanti mengkoordinir, kalau boleh kami bisa rapat dulu sekali, supaya ada dari Menteri Hukum bisa status tanahnya, dengan Menteri PU, Menteri Perhubungan, BNPB, supaya kita bisa jalan. Minggu ini sudah mulai membangun," ujar Ara kepada Presiden Prabowo Subianto.Ara melaporkan, total ada 139.485 rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rusak akibat banjir Sumatera."Total yang rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan hanyut adalah 139.485 rumah, data per hari Minggu, 14 Desember 2025 jam 5 sore," kata Ara.Baca juga: Update Rumah Rusak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tembus 139.485 UnitAra merincikan, di Aceh, sebanyak 38.553 rumah rusak ringan, 22.204 rusak sedang, 35.517 rusak berat, dan 4.295 rumah hanyut. Sehingga total rumah terdampak banjir di Aceh ada 100.569 unit.Kemudian di Sumatera Utara, sebanyak 19.936 rumah rusak ringan, 4.304 rusak sedang, 4.391 rusak berat, dan 1.135 rumah hanyut. Sehingga total rumah terdampak banjir di Sumatera Utara ada 29.766 unit.Selanjutnya di Sumatera Barat, sebanyak 5.634 rumah rusak ringan, 1.174 rusak sedang, 1.577 rusak berat, dan 765 rumah hanyut. Sehingga total rumah rusak imbas banjir di Sumatera ada 9.150 unit.Ara juga memaparkan ada 51 lokasi di tiga provinsi tersebut yang disiapkan untuk rumah relokasi warga terdampak.Rumah untuk warga terdampak tersebut diusulkan untuk dibangun menggunakan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).Jenis rumah ini menggunakan beton pracetak, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan pembangunan cepat.Baca juga: Penasaran Seberapa Luas Ukuran Rumah Subsidi Terbaru? Cek di SiniRISHA juga sudah lama dikembangkan dan digunakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)."Kami juga berkoordinasi dengan Semen Indonesia, langkah baik memberdayakan kemampuan kita sendiri," ucap Ara.Adapun berikut rincian titik lokasi untuk rumah relokasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat:Aceh 30 lokasiSumatera Utara 13 lokasiSumatera Barat 8 lokasi
(prf/ega)
2.600 Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera Dibangun Tanpa Duit Negara
2026-01-12 08:43:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:08
| 2026-01-12 07:58
| 2026-01-12 07:55
| 2026-01-12 07:54
| 2026-01-12 06:58










































