JAMBI, - Penyelamatan korban penculikan anak, Bilqis, tidak hanya melibatkan pihak kepolisian, tetapi ada tangan lain yang bekerja dalam senyap.Mereka adalah tokoh Suku Anak Dalam (SAD), Temenggung Joni, yang berperan sebagai mediator antara polisi dengan kelompok Temenggung Sikar, mertua dari Begendang, yang merawat Bilqis di tengah hutan.Selanjutnya, ada Temenggung Roni dan Nurul Anggraini Pratiwi.Nurul menjadi satu-satunya perempuan yang mencari dan menemukan Bilqis selama berjam-jam melintasi jalan berbatu dan berdebu yang dikurung kebun sawit hingga ke tengah hutan.Keempat orang ini menjadi ujung tombak penyelamatan Bilqis pada malam hari di tengah hutan."Saya tidak merasa takut karena ada tiga orang temenggung yang menjaga saya," kata Nurul saat ditemui Kompas.com di kantornya, Kamis .Baca juga: Bukan Ditukar, Pajero Penculik Bilqis Ditahan Suku Anak Dalam, Minta Pelaku Kembalikan Rp 85 JutaKetakutan dirinya, kata dia, tidak sebanding dengan keselamatan Bilqis. Itu yang menjadi fokus utamanya dalam misi penyelamatan.Ketika berjalan melintasi hutan menuju lokasi keberadaan Bilqis dan keluarga Begendang, ketiga temenggung menjaganya dari semua sisi, untuk melindungi Nurul dari marabahaya."Mereka saat menjaga, hingga berjalan lambat, supaya saya tidak ketinggalan dan tetap dalam radius penjagaan mereka," kata perempuan lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung ini.Selain hati Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba memang tulus, kedekatan Nurul selama ini membuat ketiga temenggung sangat menjaga keselamatannya.Sebelum akhirnya menjadi aparatur sipil negara (ASN) sejak Juni 2025, Nurul juga bekerja mendampingi Orang Rimba melalui program keluarga harapan (PKH) sejak 2018-2025.Tangan Nurul senantiasa terbuka untuk mengatasi persoalan Orang Rimba. Bagi dia ini tidak hanya tentang kerja, melainkan sudah menjiwai bekerja di tengah Orang Rimba.Kedekatan dengan Orang Rimba sudah menjadi warisan orangtuanya, Budi Vrihaspati, yang telah menjadi aktivis Kelompok Peduli Suku Anak Dalam (Kopsad)."Dari kecil terbiasa berinteraksi dengan saudara dan keluarga saya SAD ini," kata Nurul.Karena itu, saat diminta membantu untuk menyelamatkan Bilqis di Orang Rimba, ia langsung meninggalkan urusan di Bungo, kemudian meluncur ke lokasi.
(prf/ega)
Cerita Nurul, Satu-satunya Perempuan Ikut Penyelamatan Bilqis di Hutan: Dia Gambar Wajah Saya dan Ibunya
2026-01-12 03:45:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 02:48
| 2026-01-12 02:38
| 2026-01-12 02:29










































