Update Harga Emas Antam 30 Desember 2025: Anjlok Rp 95.000, Cek Daftar Terbarunya

2026-01-16 05:41:50
Update Harga Emas Antam 30 Desember 2025: Anjlok Rp 95.000, Cek Daftar Terbarunya
- Harga emas Antam hari ini, pada Selasa pukul 12.30 WIB anjlok Rp 95.000 menjadi Rp 2.501.000.Pada pembukaan pagi hari pukul 06.00 WIB, emas Antam masih berada di level Rp 2.596.000 per gram. Harga tersebut kemudian turun menjadi Rp 2.501.000 per gramnya.Emas batangan Antam tersedia dalam beragam pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.Simak selengkapnya harga emas Antam hari ini, Selasa per pukul 12.30 WIB.Baca juga: Daftar Kereta Api Go Show dari Jogja: Tarif Khusus Mulai Rp 45.000Berikut rincian harga emas Antam terbaru hari ini per Selasa pukul 12.30 WIB:Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Desember 2025 Turun, UBS dan Galeri24 Kompak MelemahBerdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian maupun buyback emas batangan Antam dikenakan pajak sebagai berikut:Pajak pembelian emas (PPh 22)Setiap transaksi pembelian emas akan disertai bukti potong PPh 22 sebagai dasar pelaporan pajak.Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 30 Desember 2025: Rp 2,59 Juta per Gram, Cek DaftarnyaPajak penjualan kembali (buyback)Untuk penjualan kembali emas ke PT Antam dengan nilai transaksi di atas Rp 10 juta, berlaku tarif:Pajak penjualan kembali (buyback) akan dipotong secara langsung dari total nilai transaksi yang dilakukan.Itulah harga Antam terbaru hari ini, Selasa per pukul 12.30 WIB. Harga emas di laman resmi Logam Mulia diperbarui setiap hari pada pukul 08.30 WIB.Baca juga: Gaji UMR Surabaya 2026: UMP Jawa Timur 2026 dan UMK di 38 Kabupaten/Kota


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 05:25