Duar! Ledakan di Tengah Malam dan Perjuangan Warga Manado Selamatkan Lansia Panti Werdha dari Kobaran Api

2026-01-12 05:23:09
Duar! Ledakan di Tengah Malam dan Perjuangan Warga Manado Selamatkan Lansia Panti Werdha dari Kobaran Api
– Tragedi memilukan melanda Kota Manado di penghujung tahun 2025. Panti Werdha Damai yang berlokasi di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, luluh lantak dilalap si jago merah pada Minggu sekitar pukul 20.20 Wita.Insiden kebakaran Panti Werdha Damai Manado ini merenggut nyawa 16 orang penghuninya.Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari area dapur dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan yang telah berdiri selama 50 tahun tersebut.Detik-detik mencekam saat api mulai berkobar diceritakan oleh Steven Mokodompit, salah satu warga yang pertama kali tiba di lokasi kejadian. Steven menuturkan betapa cepatnya api mengurung bangunan yang dihuni oleh puluhan lansia tersebut."Tidak sampai lima menit, api sudah melingkari bangunan ini," ujar Steven, Senin .Steven menambahkan, di tengah kepanikan warga yang berusaha menolong, terdengar suara ledakan keras dari dalam panti yang memecah kesunyian malam.Baca juga: Hashim Djojohadikusumo Salurkan Rp 250 Juta untuk Bangun Kembali Panti Werdha Damai ManadoKarena pagar panti cukup tinggi, sekitar 3 hingga 4 meter, warga harus memutar otak untuk mengevakuasi para lansia yang terjebak.“Kami susun meja bertumpuk, disambung dengan tangga untuk buat jalur darurat melewati pagar. Satu orang diangkat, diserahkan ke atas (pagar), lalu kami kembali cari yang masih bisa diselamatkan,” tutur Steven dengan nada bergetar.Senada dengan Steven, Kepala Lingkungan 7, Yohana Tumuyu, juga mengonfirmasi adanya suara ledakan tersebut. Saat itu, ia sedang beribadah ketika mendapat telepon mengenai kondisi panti."Saya dengar ada ledakan. Mungkin gas LPG atau apa ya, yang jelas saya dengar ada ledakan. Arus listrik langsung terhenti di sekitar lokasi," ungkap Yohana.Kepala Panti Werdha Damai, Olva Sumual, menjelaskan bahwa total penghuni panti seharusnya berjumlah 35 orang.Namun, saat kejadian terdapat 31 orang di dalam lokasi (5 laki-laki dan 26 perempuan), sementara 4 orang lainnya sedang pulang ke rumah keluarga untuk merayakan Natal.Berdasarkan data terkini:Jenazah korban meninggal telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.Steven menyebutkan, dari 16 korban jiwa, hanya satu jenazah yang kondisinya masih utuh.


(prf/ega)