Cerita Mantan Penerima Bansos yang Siap Tak Lagi Terima Bantuan Tahun Depan

2026-01-12 06:42:54
Cerita Mantan Penerima Bansos yang Siap Tak Lagi Terima Bantuan Tahun Depan
JAKARTA, - Pemerintah tahun ini menetapkan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) hanya boleh menerima selama lima tahun, kecuali bagi penyandang difabel dan lansia.Lebih dari itu, masyarakat akan diberdayakan dan diberikan modal untuk usaha.Hal ini dilakukan agar masyarakat miskin tidak terus bergantung pada pemerintah, melainkan mampu berdiri di atas kaki sendiri.Rini, yang merupakan warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, telah menjadi penerima bantuan sosial (bansos) sejak 2015.Baca juga: Digitalisasi Perlinsos, Proses Bansos Dipangkas dari 7 menjadi 3 TahapHampir satu dekade ia bergantung pada Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menopang kebutuhan pendidikan anak-anaknya.“Lebih sering untuk kebutuhan sekolah anak,” kata Rini.Namun tahun ini, ia mulai bersiap menutup babak panjang ketergantungan tersebut.Rini bukan penerima wisuda hari ini, tetapi telah mendapat pendampingan menuju proses graduasi tahun depan.Ia kini memiliki usaha kecil dan menerima tambahan modal dari Kemensos sebesar Rp 5 juta untuk memperluas usahanya.“Ditanya, siapa yang berani maju, saya mengajukan. Biar usahanya lebih berkembang,” kata dia.Meski artinya ia tak lagi menerima bansos tahun depan, Rini mengaku siap.“Enggak apa-apa. Siap,” ucapnya mantap.Kisah serupa datang dari Lia Rosita, warga Cengkareng, Jakarta Barat.Lia telah menerima berbagai bentuk bantuan sejak 2017, mulai dari PKH hingga BPNT.Namun, usaha kecil yang ia jalankan selama sembilan tahun, menjual es campur, juz, gorengan, hingga kopi, kini membuatnya ditunjuk sebagai salah satu penerima yang siap graduasi.Dua bulan lalu, Lia mendapat pemberitahuan dari pendamping bahwa ia akan dijadikan percontohan penerima yang mandiri.Baca juga: Di Pakistan, Prabowo Disambut Permainan Angklung oleh Para WNIIa menerima bantuan perlengkapan usaha senilai Rp 5 juta.Uang tersebut rencananya akan dibelanjakan untuk membeli kebutuhan usahanya, seperti freezer yang dibutuhkan untuk produksi es.“Alhamdulillah, menunjang sekali. Jadi usaha itu makin kebantu,” ujar doa.Tahun depan, ia resmi keluar dari daftar penerima bansos.Lia juga menyatakan kesiapannya untuk tak lagi menerima bansos.“Ya siap lah. Dari awal juga sudah diberi tahu,” kata dia.Tidak hanya perempuan, penerima laki-laki juga hadir dalam graduasi KPM PKH.Hasan, warga Menteng, telah menerima bansos sejak 2021.Ia menjual nasi ulam di kawasan tempat tinggalnya.Dua minggu sebelum acara graduasi ini, Hasan diberitahu bahwa dirinya akan masuk daftar KPM PKH yang lulus program bansos.Ia juga menerima modal Rp 5 juta yang langsung digunakan untuk membeli perlengkapan dagang.Hasan mengatakan, usahanya per hari mampu mendulang pendapatan kotor Rp 800.000.Ia pun dinyatakan bisa keluar dari penerima bansos alias graduasi.Hasan memastikan, dirinya siap tak lagi menerima bansos.“Uangnya nanti akan saya belikan barang-barang untuk usaha, seperti kulkas dan penanak nasi. Keluar dari penerima bansos, tidak apa-apa. Yang penting usaha lancar,” ujar dia.


(prf/ega)