Mengapa Rakyat Harus Menanggung Utang Whoosh?

2026-01-16 06:47:54
Mengapa Rakyat Harus Menanggung Utang Whoosh?
PERHATIAN tersedot ke Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Jakarta Pusat, seusai Presiden Prabowo Subianto meresmikan stasiun itu, Selasa, 4 November 2025.Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bakal mengambil alih tanggung jawab soal Whoosh, kereta cepat warisan pendahulunya, Joko Widodo.Dengan enteng, presiden berujar, "Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti whoosh semuanya".Isyarat Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bahwa APBN akan dipakai untuk Whoosh, sehari sebelumnya, akhirnya terjawab.Pemerintah ternyata mengambil alih soal kereta cepat yang sudah bermasalah sejak dalam kandungan ini. Keputusan itu menambah kusut kereta cepat.Dulu, menolak tawaran format government to government (G to G). Kemudian diputuskan sebagai business to business (B to B) dengan empat BUMN ditunjuk presiden saat itu, Joko Widodo, untuk berbagi beban membangun sarana dan prasarana. Itulah B to B rasa G to G.Setelah meletup debat menyangkut utang Whoosh, satu dekade dari 2015, negara betul-betul hadir. Salah satu alasannya, kata Presiden Prabowo, di seluruh dunia transportasi publik itu adalah public service obligation (PSO).Ini senafas dengan pernyataan Jokowi di akhir Oktober lalu: Whoosh memiliki misi investasi sosial. Bukan semata mencari laba, tapi manfaat sosial.Baca juga: Whoosh Bukan Investasi SosialJika mengemban misi sosial, mengapa harus melibatkan empat BUMN: PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga Tbk dan PT Perkebunan Indonesia Nusantara VIII? Bukankah BUMN menanggung misi bisnis, mencari untung?Alih-alih memberi peluang BPI Danantara untuk menyelesaikan masalah utang Whoosh, Prabowo mengambil alih.Presiden bahkan menyebut telah menyiapkan skema pembayaran utang, yakni Rp 1,2 triliun per tahun. Dana itu akan diambil dari "Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara)," ujar presiden seperti dikutip Kompas.com .Duit yang disita atau dirampas dari koruptor, sebetulnya duit rakyat juga. Itu uang negara yang dihimpun dari pajak rakyat dan hasil kekayaan negara yang digasak koruptor, lalu berhasil disita Kejaksaan hingga Komisi Pemberantasan Korupsi. Namanya duit rakyat, berarti itu uang 280 jutaan penduduk Indonesia.Presiden tidak boleh serta merta menggunakannya. Terlebih misi sosial atau investasi sosial yang diklaim diemban Whoosh cuma digunakan 16.000-18.000 penumpang per hari.Total ada 12 jutaan penumpang sejak beroperasi pada Oktober 2023. Dan perlu dicatat, 12 juta itu tidak menunjukkan 12 juta orang yang berbeda. Ia akumulatif.Bisa jadi angka itu adalah orang-orang yang itu saja--mereka yang berlangganan atau kerap menggunakan Whoosh.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 07:01