WASHINGTON DC, - Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) memburu sebuah kapal tanker minyak asing ketiga di kawasan Karibia.Perburuan itu dilakukan setelah kapal bernama Bella 1 itu menolak untuk diperiksa di tengah kampanye tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela.Seorang pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa kapal tanker tersebut masuk dalam daftar sanksi.Baca juga: Lagi, AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Disebut Bawa 1,8 Juta BarelKapal itu juga diduga menjadi bagian dari armada gelap yang digunakan Venezuela untuk menghindari sanksi internasional, sebagaimana dilansir UPI."Penjaga Pantai AS sedang melakukan pengejaran aktif terhadap sebuah kapal armada gelap yang dikenai sanksi dan menjadi bagian dari upaya ilegal Venezuela untuk menghindari sanksi," ujar pejabat tersebut kepada NBC News.Pejabat yang sama menyebut, kapal tersebut berlayar dengan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial. Sehingga kapal itu dinilai sah menjadi target penegakan hukum ASBella 1 sebelumnya telah dikenai sanksi oleh AS pada Juni 2024 berdasarkan otoritas kontra-terorisme.Baca juga: Venezuela Dikepung Kapal Perang AS, Trump: Perang Tak Bisa DikesampingkanKementerian Keuangan AS menyatakan, Bella 1 merupakan bagian dari jaringan pengiriman yang terkait dengan Sa’id Al Jamal.Al Jamal sendiri merupakan fasilitator keuangan Houthi yang telah ditetapkan sebagai individu yang dikenai sanksi oleh AS.Pejabat AS menjelaskan, jaringan pelayaran tersebut digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi, termasuk minyak mentah asal Iran, dengan hasil penjualannya dialirkan ke Houthi.Sumber dari pemerintahan AS menyampaikan, otoritas federal memperoleh surat perintah penyitaan dari seorang hakim magistrat yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk mengambil alih kapal Bella 1, sebagaimana dilaporkan The New York Times.Sejumlah pejabat menyebut, dasar penyitaan lebih berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bella 1 dalam perdagangan minyak Iran, bukan secara langsung dengan Venezuela.Baca juga: Perdana, Ukraina Serang Kapal Qendil Armada Bayangan Rusia di Laut NetralKapal tersebut tidak mengibarkan bendera nasional yang sah saat didekati pasukan AS, kondisi yang memungkinkan pemeriksaan di laut berdasarkan hukum internasional.Meski demikian, kapal tersebut menolak untuk diperiksa dan terus berlayar.Apabila berhasil disita, Bella 1 akan menjadi kapal tanker ketiga yang ditangkap otoritas AS dalam rangkaian operasi terbaru di kawasan tersebut.Sehari sebelumnya, Penjaga Pantai AS menyita sebuah kapal tanker lain di perairan internasional dekat Venezuela setelah Trump menyatakan pemberlakuan blokade terhadap negara tersebut.Kapal tanker tersebut mengibarkan bendera Panama dan diduga mengangkut minyak asal Venezuela yang rencananya akan dijual ke kawasan Asia, menurut klaim pejabat AS.Baca juga: Arab Saudi Pamer Kapal Perang Baru HMS King Saud, Diluncurkan di AS
(prf/ega)
Drama di Karibia, Kapal Tanker Minyak Ketiga Diburu Penjaga Pantai AS
2026-01-12 11:27:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:42
| 2026-01-12 11:34
| 2026-01-12 10:51
| 2026-01-12 10:14










































