JAKARTA, - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank menargetkan akselerasi pertumbuhan bisnis usai sahamnya diperdagangkan secara perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu .Dengan dukungan modal sebesar Rp 8 triliun, emiten bank digital ini memfokuskan strategi pada pendalaman bisnis di ekosistem digital yang telah dimiliki, terutama Grab dan OVO.Sebagai informasi, SUPA mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan perdananya di pasar modal.Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, saham SUPA melesat 24,41 persen ke level Rp 790 per saham, dibandingkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 635 per saham.Baca juga: Hari Pertama Melantai di BEI, Saham Superbank (SUPA) Langsung Melonjak 24 PersenPresiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan kerja sama strategis terus ditekankan perseroan melalui pendalaman ekosistem yang dimiliki.Kolaborasi itu dinilai telah berjalan cukup dalam, namun masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui OVO dengan menghadirkan produk OVO Nabung by Superbank, yang memungkinkan pengguna hanya dengan beberapa langkah atau klik langsung menjadi nasabah Superbank tanpa harus keluar dari lingkungan aplikasi OVO.Strategi serupa juga diterapkan di aplikasi Grab.Melalui integrasi layanan, pengguna dapat langsung membuka rekening dan menjadi nasabah Superbank dari dalam aplikasi Grab tanpa perlu berpindah ke platform lain.“Jadi kerja sama strategis, kami terus tekankan kepada ekosistem kita. Jadi, memang sudah cukup dalam, tapi kita banyak bisa perdalam lagi dengan OVO, ada produk kita namanya OVO Nabung, di mana nasabah dengan beberapa klik bisa menjadi nasabah Superbank di dalam OVO environment,” ujar Tigor saat konferensi pers seremoni pencatatan saham di Gedung BEI, Jakarta.“Jadi, we want to be native in that apps. Jadi, di Grab App itu sendiri, itu bisa langsung menjadi nasabah Superbank di Grab App itu sendiri,” paparnya.Pendekatan integrasi layanan tidak hanya diterapkan di OVO, tetapi juga berpotensi diperluas ke mitra-mitra lain ke depan.Meski demikian, Tigor menekankan fokus utama Superbank dalam waktu dekat tetap pada pendalaman penetrasi di ekosistem yang sudah ada.Strategi tersebut dipilih karena ekosistem yang telah dimiliki dinilai sebagai peluang yang paling mudah dan cepat untuk dimaksimalkan, sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan awal yang realistis dan efektif bagi perseroan.“Itu yang kita coba terapkan di OVO dan juga mungkin nanti di partner-partner kami yang lain. Tapi fokus kami ke depannya, in terms of penetration, tetap di ekosistem kita dulu karena itu the low hanging fruits yang kita akan coba capai,” bebernya.
(prf/ega)
Usai IPO, Superbank (SUPA) Bidik Pertumbuhan Agresif Lewat Ekosistem Grab dan OVO
2026-01-12 13:11:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:20
| 2026-01-12 12:39
| 2026-01-12 11:33
| 2026-01-12 11:11
| 2026-01-12 10:53










































