Uji Coba RDF Rorotan Bau Lagi, Pramono: Saya Akan Cek Lapangan dan Temui Warga

2026-01-12 16:59:01
Uji Coba RDF Rorotan Bau Lagi, Pramono: Saya Akan Cek Lapangan dan Temui Warga
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan melakukan pengecekan usai uji coba kedua Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, kembali menimbulkan bau menyengat.Ia menegaskan persoalan ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut.“Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan. Karena RDF Rorotan, apa pun harus diselesaikan,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: 20 Anak di Jaktim Terkena ISPA hingga Infeksi Mata Imbas Uji Coba RDF RorotanPramono menjelaskan, RDF Rorotan sebenarnya telah menjalani tahap commissioning dengan kapasitas penanganan 1.000 hingga 1.200 ton sampah per hari.Angka tersebut, menurut dia, masih dalam batas wajar dan sesuai rencana.Namun, Pramono menyebut sumber bau yang dikeluhkan warga muncul dari proses pengangkutan.Seharusnya sampah yang masuk ke RDF Rorotan tidak dibiarkan menumpuk lebih dari dua hingga tujuh hari. Akan tetapi, dalam praktiknya, terjadi penumpukan lebih dari tujuh hari sehingga menimbulkan bau.Terlebih, beberapa hari terakhir terjadi kebocoran air lindi dari armada pengangkut sampah yang memicu bau menyengat.“Ketika sampah yang tadi belum diolah, itu sudah menimbulkan bau. Padahal untuk Rorotannya sendiri sebenarnya sudah tertangani,” kata Pramono.Baca juga: Uji Coba RDF Rorotan Timbulkan Bau Lagi, Pramono: Masalahnya di Pengangkutan SampahKeluhan warga kembali mengemuka setelah uji coba kedua fasilitas RDF Rorotan menimbulkan bau menyengat. Bahkan, menurut warga, sedikitnya 20 anak mengalami gangguan kesehatan berupa iritasi mata dan ISPA.Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC, Jakarta Timur, Wahyu Andre, mengatakan dirinya telah menghubungi Pramono untuk meminta audiensi."Saya sudah chat Pak Gubernur kemarin meminta audiensi," ucap Wahyu Andre, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Menurut Andre, Pramono sudah memberikan respons dan bersedia bertemu, tetapi jadwalnya masih dicari. Hingga kini, warga masih menunggu kepastian waktu pertemuan tersebut.Namun, jika memang tak ada tanggapan, warga dari Perumahan JGC, Harapan Indah Bekasi, hingga Rorotan akan melakukan demo untuk kedua kalinya.“Rencana warga akan menggelar aksi unjuk rasa kedua pada tanggal 10 November 2025 mendesak RDF ditutup!" ungkap Wahyu.Baca juga: Warga Bakal Demo karena Uji Coba RDF Rorotan Kembali Timbulkan Bau Dalam demo itu, warga meminta agar Pramono bisa melakukan evaluasi terkait keberadaan RDF Rorotan."Meminta gubernur melakukan evaluasi kembali keberadaan RDF setelah beberapa kali uji coba masih menyebarkan bau dan pencemaran udara yang mengakibatkan sejumlah warga, terutama anak-anak terkena penyakit mata dan ISPA," ungkap dia.


(prf/ega)