JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah pembenahan serius terhadap layanan JakLingko melalui pelatihan bagi 1.000 calon sopir baru.Program ini digagas untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah perilaku ugal-ugalan di jalan.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui usulan Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, terkait pelatihan bagi para pengemudi baru.“Saya menyetujui apa yang dilakukan oleh Mikrotrans untuk melakukan pelatihan kurang lebih seribu pengemudi baru, itu pelatihan dan seterusnya,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin sore.Baca juga: Kampung-kampung Tanpa Matahari di Bawah Rel-rel Kereta JakartaMenurutnya, langkah ini merupakan respon atas berbagai keluhan penumpang mengenai kenyamanan dan keselamatan berkendara.“Karena sering kali keluhannya di JakLingko ini kan kayak yang punya mobil sendiri, bawa keluarganya, ngebut, dan sebagainya,” kata Pramono.Pramono mengungkapkan hasil evaluasi di lapangan menunjukkan sebagian besar pengemudi JakLingko sudah berusia lanjut, bahkan mencapai 60 tahun. Kondisi tersebut memengaruhi performa dan keselamatan kerja.“Beberapa usianya sudah di atas 58 dan 60 tahun dan mereka juga kemudian performanya memang perlu kita evaluasi,” terangnya.Baca juga: Mirip Bilqis, Bagaimana Nasib Alvaro Bocah Hilang di Pesanggrahan?Ia menegaskan, program pembinaan ini tidak hanya untuk meningkatkan standar pelayanan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga Jakarta.Selain pelatihan bagi sopir baru, Pemprov Jakarta juga menargetkan peningkatan jumlah sopir perempuan di Transjakarta.Langkah ini dilakukan melalui program Women Empowerment: Pelatihan Mengemudi Khusus Perempuan, yang telah meluluskan 13 pramudi wanita.“Untuk program atau kerja sama ini dilanjutkan, agar perempuan di Jakarta tidak hanya 2–3 persen yang menjadi pengemudi Transjakarta, saya menargetkan mudah-mudahan bisa sampai dengan di atas 10 persen,” ungkap Pramono di Cawang, Jakarta Timur.Baca juga: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Februari 2026 Pramono menilai partisipasi perempuan dalam sektor transportasi publik akan membawa dampak positif bagi pengembangan layanan yang lebih inklusif dan aman di Jakarta.(Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty | Editor: Abdul Haris Maulana)
(prf/ega)
Cegah Sopir JakLingko Ugal-ugalan, Pramono Latih 1.000 Pengemudi Baru
2026-01-12 15:41:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:07
| 2026-01-12 15:03
| 2026-01-12 14:20
| 2026-01-12 14:18
| 2026-01-12 14:15










































