JAKARTA, - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) kembali beroperasi pada kuartal I-2026, setelah kegiatan dihentikan sementara akibat insiden longsor pada 8 September 2025 lalu.Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, penghentian operasi dilakukan sepenuhnya untuk fokus mencari tujuh pekerja yang terjebak, kemudian dilanjutkan dengan investigasi dan evaluasi atas kejadian tersebut.Saat ini, PTFI pun sedang melakukan pemulihan area tambang GBC yang mencakup pembersihan material serta perbaikan infrastruktur tambang yang rusak.Baca juga: Produksi Emas Freeport Diperkirakan Turun 30 Persen pada 2026 Akibat Insiden Longsor"Kami terus melakukan pemulihan tambang GBC dengan target untuk dapat mulai mengoperasikan tambang ini pada kuartal pertama 2026," ujar Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin .Ia menuturkan, pengamanan dan pembersihan material longsoran berlangsung sepanjang November-Desember 2025.Lalu, dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur tambang pada awal tahun depan.Setelah pembersihan dan perbaikan infrastruktur rampung, maka akan dimulai pengoperasian GBC secara parsial dan kapasitas produksinya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai operasi penuh."Pada saat longsoran terjadi, banyak infrastrukturnya yang juga rusak, dan kami membutuhkan waktu sebelum bisa memulai operasional di tambang GBC," ucap Tony.Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, tambang bawah tanah GBC bisa beroperasi kembali pada tahun depan di kisaran kuartal I.Ia bilang, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam memberikan izin operasi penuh kembali.Menurutnya, keselamatan pekerja menjadi fokus utama, bukan sekadar mengembalikan aktivitas bisnis."Ya, kita targetkan mungkin bulan 3-4 tahun depan beroperasi,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat .Dia menjelaskan, pembukaan kembali operasi tambang harus melalui prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan menyeluruh atas penyebab insiden, audit oleh tim ahli, penyusunan rekomendasi perbaikan, hingga implementasi perbaikan di lapangan.Tim Kementerian ESDM pun masih melakukan evaluasi mendalam pada titik area yang terdampak longsor.Evaluasi diperlukan untuk memastikan risiko serupa tidak terulang di masa depan."Titik yang bermasalah, yang bencana itu, tim kita lagi melakukan evaluasi," ucapnya.Baca juga: Freeport Kaji Potensi Ambil Konsentrat Tembaga dari Amman Buat Operasi Smelter
(prf/ega)
Dirut Freeport Targetkan Tambang Grasberg Beroperasi Lagi Kuartal I-2026
2026-01-12 15:46:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:11
| 2026-01-12 15:58
| 2026-01-12 15:35
| 2026-01-12 14:07
| 2026-01-12 13:52










































