Bilqis Selamat dari Sindikat TPPO, Pakar Sarankan Pendampingan Psikologis, Ini Tahapannya

2026-01-12 06:21:52
Bilqis Selamat dari Sindikat TPPO, Pakar Sarankan Pendampingan Psikologis, Ini Tahapannya
MAKASSAR, - Bilqis Ramdhani (4), balita dari Makassar yang menjadi korban penculikan sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini telah kembali ke orang tuanya.Hampir sepekan ia dibawa, mulai dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi.Pengamat Psikologi Sosial dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Muhammad Rhesa menilai bahwa anak yang masih belum paham terkait peristiwa yang dialaminya pasti mengalami trauma.Apalagi, Bilqis dievakuasi oleh polsi dari dalam kawasan hutan terpencil."Itu pasti sangat traumatis karena lingkungan yang membawa Bilqis di lokasi terakhir itu sangat berbeda dengan lingkungannya di Makassar sebagai Ibukota," kata Muhammad Rhesa, dikonfirmasi Kompas.com, Selasa .Menurut Rhesa, dari peristiwa yang dialami Bilqis pasti sangat memerlukan pendampingan psikologis, namun harus memerhatikan beberapa tahapan agar traumatik yang dialami Bilqis dapat diminimalisir.Baca juga: Jejak Sindikat Penculik Bilqis, Jual 9 Bayi dan 1 Anak Lewat TikTok dan WhatsAppPertama, ia menjelaskan, Bilqis harus dipastikan merasa aman terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan kembali evaluasi terhadap emosi yang dia rasakan."Kemarin dia (Bilqis) merasa takut, kemarin dia (Bilqis) merasa cemas dibawa pergi oleh orang tidak dikenal," ucap Rhesa.Setelah memvalidasi emosi itu, barulah masuk ke tahap pemulihan pasca trauma. Pada tahap ini, bisa dilakukan proses konseling serta treatment psikologi dibutuhkan.Resha juga menjelaskan, secara fisik, Bilqis memang sudah kembali ke orangtua. Meski demikian, secara emosional perlu dibangkitkan kembali suasana kebersamaan agar Bilqis benar-benar merasa situasinya sudah aman."Itu tahap paling penting," imbuhnya.Baca juga: Mirip Bilqis, Bagaimana Nasib Alvaro Bocah Hilang di Pesanggrahan?Selain itu, Rhesa juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan dampak psikologis bisa kembali timbul saat Bilqis beranjak dewasa.Namun, untuk mencegah itu orang tua harus berperan penting agar Bilqis tetap merasa aman setiap mendatangi lingkungan baru."Itu sangat berpotensi menimbulkan trauma dan kemungkinan bisa paranoid untuk lingkungan baru yang tidak dia (Bilqis) kenali dan itu sangat butuh diyakinkan oleh orang terdekatnya selalu ada mendampingi," ujarnya.


(prf/ega)