TNI AL dan Pemprov DKI Kirim Bantuan untuk Korban Banjir-Longsor di Sumatera

2026-02-04 21:56:08
TNI AL dan Pemprov DKI Kirim Bantuan untuk Korban Banjir-Longsor di Sumatera
JAKARTA, - TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan bantuan kemanusian untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu .Pantauan Kompas.com di Komando Lintas Laut Militer, Jalan Pelabuhan Tanjung Priuk, Koja, Jakarta Utara. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan skala besar bagi korban bencana sumatera.Tiga kapal perang dikerahkan dari Jakarta, yakni KRI dr. Soeharso-990 menuju Langsa, KRI Teluk Gilimanuk-531 menuju Lhokseumawe, dan KRI Semarang-594 menuju Nias.Baca juga: Mahasiswa Rantau Aksi Solidaritas di CFD, Galang Dana untuk Korban Bencana SumateraSelain itu, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 diberangkatkan dari Surabaya ke Sibolga, sementara KRI Sutedi Senaputra-378 yang sudah berada di Belawan langsung bergerak menuju Aceh.“Pada pagi hari ini serentak kita akan mengirim dari Jakarta tiga KRI ya. Yaitu KRI dr. Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian ada yang ke Nias, ada yang ke Sibolga, ke Langsa juga,” kata Ali di lokasi, Minggu.Setiap kapal membawa bantuan logistik seperti beras, mi instan, air mineral, family kit, terpal, popok bayi, pembalut, selimut, tenda, hingga perahu karet.TNI AL juga mengirim tenaga kesehatan dan pasukan Zeni Marinir untuk membantu perbaikan infrastruktur yang rusak.“Mereka langsung membawa bahan kontak dan serentak akan mengirimkan bantuan termasuk tenaga kesehatan untuk membantu mereka yang terdampak dari bencana alam ini,” lanjut dia.Selain itu, ada lima helikopter, termasuk Heli Panther, dikerahkan untuk mengirim logistik ke daerah yang terisolasi akibat akses darat terputus.Baca juga: Rano Karno Ajak Warga Berdonasi untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan SumbarAli menegaskan wilayah yang terdampak paling parah berada di Aceh dan Sibolga, sementara Nias mengalami keterisolasian sehingga membutuhkan suplai logistik dari laut.“Mudah-mudahan nanti bisa didukung juga oleh Heli Bell. Mereka tugasnya juga akan membantu terutama men-drop bahan logistik dan bahan kontak, terutama daerah-daerah yang terputus. Terputus dan terisolasi akibat bencana alam ini,” ungkap Ali.Menanggapi kondisi jaringan komunikasi yang terputus di sejumlah wilayah, Kasal mengatakan TNI, BNPB, dan Basarnas tengah menyiapkan hotline darurat.Ia juga menyebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memulihkan sinyal di area terdampak.“Semua unsur TNI bersinergi membantu masyarakat. Harapannya bantuan ini bisa segera meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Ali.Baca juga: Kata Cak Imin Soal Status Bencana Nasional, yang Menentukan BNPB dan Kemenko PMKWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan Pemprov DKI turut mengerahkan BUMD, PMI, dan Baznas untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan tersebut.“Jakarta siap apabila memang dibutuhkan bantuan selanjutnya. Karena pascabencana ini jauh lebih berat daripada apa yang akan kita hadapi sekarang,” ucap Rano.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 21:54