Desa di Boyolali Tawarkan Destinasi Wisata Terintegrasi, Ada Kerajinan Tembaga hingga Budidaya Maggot

2026-01-12 05:54:51
Desa di Boyolali Tawarkan Destinasi Wisata Terintegrasi, Ada Kerajinan Tembaga hingga Budidaya Maggot
BOYOLALI, - Desa Cepogo, yang terletak di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini tengah dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata terintegrasi.Berbagai destinasi unggulan di desa ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan.Selain kerajinan tembaga, wisatawan juga dapat menikmati Cepogo Cheese Park, budidaya maggot, dan pasar sayur Cepogo.Program pengembangan kawasan wisata terintegrasi ini merupakan inisiatif pengabdian masyarakat dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, dengan pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.Baca juga: Dari Hutan Lindung ke Kawasan Wisata, Ancaman Baru bagi Bendungan Tembesi BatamKetua tim pelaksana Unisri Solo, Dewi, menjelaskan bahwa program desa wisata terintegrasi merupakan bagian dari kegiatan pengabdian Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa).Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip)."Kegiatan ini didanai oleh program kementerian hibah Diktisaintek. Kami mulai pada bulan Juli, dan telah melakukan sosialisasi kepada warga serta pelaku usaha untuk mengembangkan wisata terintegrasi," ungkap Dewi dalam acara soft launching di Desa Cepogo, Boyolali, pada Kamis .Dewi juga menjelaskan bahwa Desa Cepogo dipilih sebagai kawasan wisata terintegrasi karena merupakan sentra kerajinan tembaga yang telah ada sejak lama."Di sekitar kerajinan tembaga ini terdapat banyak tempat wisata yang dapat diintegrasikan. Sayang sekali jika tidak kita kembangkan. Kami kemas dalam bentuk digitalisasi sesuai dengan era saat ini," jelasnya.Dengan adanya integrasi, Desa Cepogo diharapkan dapat dikenal lebih luas.Dewi menekankan pentingnya sinergi antara pihaknya dan masyarakat Desa Cepogo dalam mengembangkan potensi wisata."Dengan terintegrasi, desa ini dapat dikenal luas oleh masyarakat dan pelayanan akan lebih mudah," ujarnya.Sejak awal Juli, tim telah menghasilkan beberapa kegiatan, termasuk pembuatan website cepogo.com untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi wisata di Cepogo.Baca juga: Polres Wonosobo Siapkan Derek hingga Ganjal Kendaraan, Amankan Jalur Wisata saat Nataru"Website sudah bisa diakses. Di dalamnya terdapat profil para pelaku kerajinan, story telling, dan peta digital. Jadi, jika ingin mengunjungi kerajinan tembaga, pengunjung dapat mengetahui destinasi lain seperti Cheese Park, budidaya maggot, dan pasar sayur Cepogo," tambahnya.Kepala Desa Cepogo, Mawardi, mengungkapkan bahwa desa wisata Cepogo telah mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai desa wisata, namun masih menghadapi kendala dalam pengembangannya.


(prf/ega)