82.093 Pekerja Rentan di Jember Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemkab

2026-01-11 23:12:53
82.093 Pekerja Rentan di Jember Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemkab
JEMBER, - Petani, nelayan, buruh tani, hingga pedagang keliling di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini mendapatkan jaminan perlindungan sosial.Pemkab Jember menanggung penuh iuran BPJS Ketenagakerjaan mereka.Sebanyak 82.093 pekerja rentan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya dibayarkan melalui APBD sepanjang 2025.Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemkab memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bekerja di sektor berisiko tinggi.“Pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat, khususnya pekerja rentan, dengan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Fawait saat peluncuran Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan (DTPHP) Jember, Senin .Baca juga: Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Jember Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Lindungi PetaniMenurut Fawait, angka kepesertaan pada 2025 merupakan yang terbesar dalam 3 tahun terakhir dan menjadi salah satu realisasi program pembangunan terbesar Pemkab Jember dalam 4 dekade terakhir.Dari total peserta tersebut, sebanyak 40.300 orang merupakan buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10.000 petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2.000 nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.Baca juga: KAI Daop 9: Jelang Nataru Penumpang KA di Jember Jatim MelonjakHingga 10 Desember 2025, dana manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang telah diterima para peserta mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 20 miliar sampai akhir tahun.Selain jaminan sosial, Pemkab Jember juga menyalurkan bantuan besar di sektor pertanian melalui (DTPHP) Jember.Fawait menegaskan, pemkab memprioritaskan perbaikan infrastruktur pertanian yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan.“Hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember rusak, sehingga fokus kami adalah memperbaiki yang rusak dan memberikan alat produksi yang modern,” katanya.Bantuan yang telah direalisasikan antara lain 169 unit mesin pra-panen, 111 unit mesin pascapanen, 644 ton pupuk, 8.728 benih hortikultura, 33.800 bibit perkebunan, serta dukungan untuk 24.292 hektar tanaman pangan.Total nilai bantuan pertanian tersebut mencapai Rp 73,5 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan daerah.Untuk mempercepat pembangunan, ia mengungkapkan kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Jember mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.Perbaikan jalan disebut sebagai bagian memperbaiki infrastruktur pertanian yang juga mengandalkan kelayakan jalan.“Kalau hanya mengandalkan APBD, ini sulit, sehingga kami aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.Ia menyampaikan optimistis pembangunan infrastruktur dan sektor pangan di Jember akan semakin masif pada 2026.“Kami tidak hanya bercerita, tapi memberikan bukti konkret agar Jember bisa lebih maju dan lebih baik,” pungkasnya.


(prf/ega)