Lansia Lumpuh Ambil Sembako Tidak Bisa Diwakili, Lurah: Saya Mohon Maaf

2026-01-12 05:56:51
Lansia Lumpuh Ambil Sembako Tidak Bisa Diwakili, Lurah: Saya Mohon Maaf
MAKASSAR, - Lurah Maricaya Baru, Budiyanto, angkat bicara soal viralnya nenek Wahbah (85) yang lumpuh dan harus digendong warga menaiki becak motor (bentor) untuk mengambil sembako pemerintah.Budiyanto tidak menampik peristiwa viral yang terjadi pada Selasa kemarin tersebut.Kata dia, setelah mendapatkan informasi, dirinya pribadi hendak mengantarkan langsung sembako milik nenek Wahbah."Saya bilang sama staf kalau orang sakit administrasi itu saya tanggung jawab, jadi memang itu beras saya sudah mau angkut ke rumahnya ke penerima. Saya sudah keluarkan. Tapi tiba-tiba sudah datang dibawa sama warga, padahal beras ini saya mau bawakan ke rumah ibu," kata Budiyanto dikonfirmasi Kompas.com, Rabu .Baca juga: Ambil Sembako Tak Bisa Diwakilkan, Nenek Lumpuh di Makassar Digotong Warga Pakai BentorBahkan, Budiyanto mengaku dirinya sudah datang menemui langsung nenek Wahbah usai video tersebut viral di berbagai platform media sosial."Saya juga sudah dari rumahnya nenek, saya juga jenguk si nenek, saya juga beri sedikit santunan dari pribadi saya. Saya atas nama Lurah juga memohon maaf kalau misalnya ada pelayanan staf yang kurang memuaskan," ucap dia.Budiyanto juga menegaskan bahwa penerima bantuan pemerintah bisa di wakili asalkan perwakilan terdaftar dalam kartu keluarga (KK) penerima bantuan."Di juknis (petunjuk teknis) itu memang sebenarnya bisa diwakili, tapi (perwakilan) terdaftar dalam kartu keluarga (KK). Nah, kemarin ini keluarga si nenek ini tidak ada dalam KK," ujar dia.Bahkan, Budiyanto menyebut KK nenek Wahbah juga sudah usang dan diduga belum diperbarui."KK nenek juga harusnya sudah terbarcode, sudah terbaru, tapi KK-nya kemarin si nenek itu sudah usang, sudah tidak tampak namanya," beber dia.Olehnya itu, permasalahan ini dianggap hanya kekeliruan antara staf kelurahan dan pihak keluarga nenek Wahbah."Saya tidak terlalu salahkan stafku karena mungkin aturan, pedomannya juknis kasihan. Karena siapa tahu orang lain yang mengatasnamakan, kasihan juga kan. Staf di kelurahan serba salah juga, kasihan," tutur dia.Sebelumnya, viral di media sosial video seorang lansia, warga Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, yang terus digotong warga menggunakan becak motor (bentor) hanya untuk mengambil sembako dari pemerintah.Warga terpaksa mengantarnya karena ia sudah tidak mampu berjalan lagi.Sementara pihak kelurahan menolak memberikan sembako tersebut jika bukan Wahbah sendiri yang mengambil.Menantu Wahbah, Emmi (65), juga mengaku beberapa kali mencoba mengambil sembako dengan membawa KTP milik Wahbah, namun selalu ditolak.“Beberapa kali adik saya, tetangga, warga di sini sudah bawa KTP-nya tapi ditolak. Alasannya tidak bisa diwakilkan, katanya ambil sembako,” kata Emmi.


(prf/ega)