Tema dan Logo HUT ke-80 PGRI, Diperingati 25 November 2025

2026-02-04 10:08:46
Tema dan Logo HUT ke-80 PGRI, Diperingati 25 November 2025
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 pada 25 November 2025. Momen ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) yang dirayakan untuk mengapresiasi dedikasi para pendidik di Indonesia.PGRI telah menetapkan tema dan merilis logo resmi untuk peringatan tahun ini. Informasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi sekolah, lembaga pendidikan, serta instansi pemerintah yang menyelenggarakan kegiatan HUT PGRI dan HGN 2025.HUT ke-80 PGRI tahun 2025 mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas". Tema tersebut menegaskan komitmen PGRI untuk menguatkan mutu pendidikan melalui guru yang kompeten, adaptif, dan berdaya.Tema ini juga menyoroti penguatan peran dan perlindungan profesi guru. PGRI kembali menekankan pentingnya kesejahteraan, kompetensi, dan jaminan hukum bagi guru sebagai pilar utama pendidikan nasional. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada visi besar Indonesia Emas.Logo resmi HUT ke-80 PGRI dapat diunduh melalui tautan https://s.id/LogoHutKe80PGRI. Logo ini digunakan sebagai identitas resmi seluruh rangkaian kegiatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di satuan pendidikan maupun instansi pemerintah.Logo didominasi warna merah dan putih yang mencerminkan semangat kebangsaan, disertai elemen angka 80 yang menunjuk usia organisasi sejak berdiri pada 25 November 1945. Di bagian utama terdapat lambang PGRI yang menegaskan identitas organisasi profesi guru Indonesia.Visual pita merah putih yang melengkung memberi simbol dinamika, keberlanjutan, dan semangat perjuangan PGRI di dunia pendidikan. Selaras dengan temanya, tampilan modern logo juga menggambarkan tekad PGRI untuk terus tumbuh adaptif mengikuti perkembangan zaman.Dalam dokumen sejarah singkat yang diterbitkan PB PGRIMengutip dari dokumen yang dilansir PGRI, sejarah Persatuan Guru Republik Indonesia berakar dari organisasi guru pribumi sejak masa kolonial. Tonggaknya dimulai dari berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda pada 1912, sebelum kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia pada 1932.Setelah proklamasi kemerdekaan, Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 menyatukan berbagai organisasi guru dalam satu wadah bernama PGRI. Tiga tujuan utama ditetapkan sejak awal, yaitu mempertahankan Republik Indonesia, meningkatkan pendidikan rakyat, dan memperjuangkan nasib guru.Dalam perjalanannya, PGRI aktif memperjuangkan berbagai kepentingan guru dan dunia pendidikan, termasuk keterlibatan dalam lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen pada 2005. Pada tingkat internasional, PGRI juga terlibat dalam jaringan organisasi guru dunia dan menjadi bagian dari Education International.Tonton juga Video: Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2023[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 09:50